Irjen Agus meyakini bahwa pembinaan yang masif inilah kunci membentuk budaya keselamatan.
Dia meminta frekuensi kegiatan pre-emtif dijaga karena masyarakat membutuhkan pengulangan pesan keselamatan agar tercipta kesadaran yang stabil dan berkelanjutan.
Sementara di ranah pencegahan, angkanya bahkan lebih besar lagi: 1.186.008 kegiatan. Turjawali mendominasi dengan 744.259 kegiatan, didukung oleh 27.729 pemeriksaan mendadak (ramp check) untuk bus dan truk.
"Pencegahan yang konsisten akan mengurangi potensi risiko sebelum pelanggaran terjadi,"
tegasnya.
Namun begitu, penindakan terhadap hal-hal yang membahayakan nyawa tetap tak diabaikan. Aksi balap liar, misalnya, menjadi sasaran empuk. Tercatat 691 kegiatan penertiban yang difokuskan pada hal ini, membuktikan bahwa pengawasan di malam hari berjalan dengan intens.
Menutup pernyataannya, Irjen Agus mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung operasi ini dengan mematuhi aturan dan menjaga keselamatan di jalan. Dia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya untuk dedikasi seluruh jajaran yang telah terlibat.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Soroti Luka Gereja: Pintu Tak Boleh Tertutup bagi Korban
Ahli Geologi Turun Tangan Selidiki Lubang Ajaib di Sawah Pombatan
Banjir Setinggi Pinggang Rendam Tiga Desa di Probolinggo
Asap Mesin Penghancur Batu Tewaskan Empat Penambang di Badakhshan