Pahitnya nasib PT Sritex yang berakhir pailit menyeret nama Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.
Kabar PT Sritex pailit memang sudah tersiar sejak Oktober 2024. Namun raksasa tekstil Tanah Air ini baru resmi melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan 10.965 karyawan per 1 Maret 2025.
Banyaknya karyawan yang kehilangan pekerjaan ini kemudian dikaitkan dengan Gibran Rakabuming Raka. Omongan-omongan sang wakil presiden kala kampanye kini dipertanyakan.
Para buruh melambaikan tangan ke patung pendiri PT Sritex Tbk, Lukminto, Jumat (28/2/2025). [Suara.com/Ari Welianto]
Bahkan dalam beberapa cuitan di X, Gibran Rakabuming didesak untuk bertanggung jawab.
Kala itu, Gibran Rakabuming mendatangi PT Sritex dan berbicara dengan karyawan yang ada di sana. Ucapannya kini berujung menjadi bumerang untuk menyerang posisi dan personanya.
"Konteksnya bukan tentang siapapun presidennya. Yang datang ke 8.000 pegawai Sritex dan umbar-umbar janji cuma dia doang," tulis pengguna X.
"Tanggung jawab lah!" sambungnya.
Cuitan ini mendatangkan komentar yang senada dan sependapat. Rasa tidak suka kepada Gibran Rakabuming Raka semakin menggema.
Kolase Gibran Rakabuming dan pegawai PT Sritex. (Suara.com)
"Nah ini, aneh banget dikit-dikit rakyat disuruh diam aja. Padahal orang-orang berisik karena nuntut tanggung jawab ini," kata salah satu warganet.
"Habis manis, sepeh dilepeh," sindir yang lain.
"Sedih banget dijadiin tempat cari suara pake janji manis di awal," komentar seorang warganet.
"Seakan kasih angin segar itu sih," warganet lain menimpali.
Ditilik lebih lanjut, Gibran Rakabuming memang berjanji manis kepada karyawan PT Sritex. Putra dari mantan presiden Jokowi ini berjanji memudahkan peraturan agar industri, termasuk Sritex bisa tumbuh. Namun nahas, perusahaan yang didatanginya berujung pailit.
Sumber: suara
Foto: Gibran Rakabuming Raka (Instagram)
Artikel Terkait
Kaesang Menangis di Panggung Rakernas, Janjikan PSI Akan Jadi Partai Besar
Botol Pink Kosong dan Misteri N2O dalam Kasus Lula Lahfah
Polisi Ungkap Kronologi Terakhir Lula Lahfah, dari Kafe hingga Ditemukan Meninggal
Analis Bongkar Kaitan MSCI dan Anjloknya IHSG: Jangan Jadi Serigala Berbulu Domba