dr. Yamin memaparkan dua strategi utama pencegahan kematian mendadak:
1. Pencegahan Sekunder (Secondary Prevention)
Ditujukan bagi pasien yang sebelumnya pernah mengalami collapse. Pada tahap ini, teknologi Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD) menjadi sangat krusial.
2. Pencegahan Primer (Primary Prevention)
Ditujukan bagi individu dengan risiko tinggi yang belum pernah kolaps, seperti memiliki riwayat pingsan berulang, kelainan irama jantung, atau keluarga dengan kematian mendadak.
Teknologi terbaru seperti Subcutaneous ICD yang dipasang di bawah kulit tanpa kabel masuk ke jantung, dinilai lebih aman untuk pasien muda.
Deteksi Dini dan Perubahan Gaya Hidup
Pemeriksaan seperti echocardiography, tes provokasi elektrofisiologi, dan penggunaan Holter monitor yang semakin modern menjadi alat penting deteksi dini.
"Holter sekarang sudah patient-friendly. Bisa dipakai berenang, mandi, bahkan sampai berhari-hari untuk mendeteksi irama jantung yang tidak muncul setiap saat," paparnya.
Perubahan gaya hidup juga menjadi faktor penentu:
- Menghindari rokok dan alkohol
- Mengontrol stres
- Optimalkan pengobatan
- Rutin memeriksa riwayat keluarga
Disarikan dari presentasi Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP(K) pada BraveHeart Cardiac Forum Jakarta 2025 - Layanan Jantung Brawijaya Hospital Group.
Artikel Terkait
Kemenkeu Beri Pendampingan Hukum untuk Pejabat Pajak yang Terjerat OTT KPK
Dewan Keamanan PBB Gelar Sidang Darurat, Bahas Serangan Rusia yang Lumpuhkan Pemanas Kyiv
DPR Serahkan Eksekusi Rehabilitasi Pascabencana Sumatera ke Satgas Tito
Proyektor dan Kipas Angin Raib Digasak Maling di SDN Rumpin