Pemerintah Indonesia melaporkan capaian lapangan yang signifikan: lebih dari 4,15 juta hektar lahan gambut telah dipulihkan, didukung pembangunan 35.500 sekat kanal, dan pemasangan 10.100 titik pemantauan muka air tanah. Upaya ini diperkuat dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG).
Dari pihak Republik Demokratik Kongo, Menteri Lingkungan Hidup, Pembangunan Berkelanjutan, dan Ekonomi Iklim Baru, Marie Nyange Ndambo, menyoroti peran krusial lahan gambut sebagai penyerap emisi karbon dalam skala besar.
"Negara-negara seperti kami, yang kaya akan sumber daya hutan dan memiliki lahan gambut yang luas, memiliki tanggung jawab untuk bersatu melindungi wilayah ini bagi rakyat kami dan bagi dunia," kata Marie.
"Itulah tujuan aliansi kami hari ini. Dan seperti yang telah kami katakan, kami akan menarik sebanyak mungkin negara untuk membentuk sebuah kekuatan," tutupnya menandaskan semangat kolaborasi global.
Artikel Terkait
PT Wana Rimba Nusantara Buka Lowongan Finance & Administration Officer hingga 23 April 2026
Polisi Janji Usut Bandar Narkoba Usai Aksi Warga Bakar Rumah di Rokan Hilir
ADA Band Rilis Selalu Ada, Refleksi Kedewasaan Setelah Tiga Dekade Berkarya
Lebaran Betawi 2026 Ramaikan Lapangan Banteng, Usung Tema Perkokoh Persatuan