Pemerintah Indonesia melaporkan capaian lapangan yang signifikan: lebih dari 4,15 juta hektar lahan gambut telah dipulihkan, didukung pembangunan 35.500 sekat kanal, dan pemasangan 10.100 titik pemantauan muka air tanah. Upaya ini diperkuat dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG).
Dari pihak Republik Demokratik Kongo, Menteri Lingkungan Hidup, Pembangunan Berkelanjutan, dan Ekonomi Iklim Baru, Marie Nyange Ndambo, menyoroti peran krusial lahan gambut sebagai penyerap emisi karbon dalam skala besar.
"Negara-negara seperti kami, yang kaya akan sumber daya hutan dan memiliki lahan gambut yang luas, memiliki tanggung jawab untuk bersatu melindungi wilayah ini bagi rakyat kami dan bagi dunia," kata Marie.
"Itulah tujuan aliansi kami hari ini. Dan seperti yang telah kami katakan, kami akan menarik sebanyak mungkin negara untuk membentuk sebuah kekuatan," tutupnya menandaskan semangat kolaborasi global.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Soroti Luka Gereja: Pintu Tak Boleh Tertutup bagi Korban
Ahli Geologi Turun Tangan Selidiki Lubang Ajaib di Sawah Pombatan
Banjir Setinggi Pinggang Rendam Tiga Desa di Probolinggo
Asap Mesin Penghancur Batu Tewaskan Empat Penambang di Badakhshan