Suriah Gagalkan Dua Upaya Pembunuhan Presiden al-Sharaa, ISIS Diduga Dalangnya
Pemerintah Suriah berhasil menggagalkan dua upaya pembunuhan terhadap Presiden Ahmed al-Sharaa yang didalangi oleh kelompok ISIS. Informasi ini terungkap dari keterangan pejabat keamanan senior Suriah yang menyatakan kedua upaya tersebut terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut sumber keamanan yang familiar dengan investigasi ini, salah satu rencana pembunuhan direncanakan terjadi selama pertemuan resmi yang dihadiri langsung oleh Presiden Sharaa. Otoritas keamanan Suriah telah meningkatkan protokol keamanan menyusul terungkapnya rencana teroris ini.
Kementerian Informasi Suriah secara resmi menolak memberikan komentar terkait laporan upaya pembunuhan ini. Namun, sumber intelijen mengonfirmasi bahwa investigasi masih berlangsung untuk mengungkap jaringan lengkap di balik percobaan pembunuhan tersebut.
Latar Belakang Politik Suriah
Laporan upaya pembunuhan ini muncul di saat penting bagi hubungan internasional Suriah. Presiden Sharaa dijadwalkan melakukan pertemuan bersejarah dengan Presiden Amerika Serikat, pertemuan pertama antara pemimpin Suriah dengan presiden AS dalam beberapa dekade.
Pertemuan ini dinilai sebagai bagian dari upaya normalisasi hubungan Suriah dengan komunitas internasional dan kemungkinan bergabungnya Suriah dengan koalisi global melawan ISIS.
Profil Kepemimpinan al-Sharaa
Ahmed al-Sharaa, yang mulai menjabat pada Desember 2024, berkomitmen memimpin Suriah dengan kebijakan moderat. Latar belakangnya yang sebelumnya memimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS) - kelompok yang telah memutus hubungan dengan Al-Qaeda pada 2016 - memberikan perspektif unik dalam perang melawan terorisme.
Di bawah kepemimpinannya, Suriah menunjukkan perubahan signifikan dalam kebijakan luar negeri, dari sebelumnya berorientasi pada Iran dan Rusia menuju keterbukaan yang lebih besar dengan negara-negara Barat.
Ancaman Keamanan Berkelanjutan
Meskipun ISIS mengalami kekalahan militer besar-besaran, sel-sel tersembunyi organisasi tersebut terus melakukan operasi di wilayah Suriah. Pada pertengahan 2025, pemerintah Suriah menuduh ISIS bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di gereja Damaskus, meskipun kelompok tersebut membantah keterlibatannya.
Upaya pembunuhan terhadap Presiden Sharaa ini menggarisbawahi tantangan keamanan berkelanjutan yang dihadapi Suriah pasca-konflik dan transisi politik yang sedang berlangsung.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Anjuran Sahur di Banjarmasin pada 24 Februari 2026
Pelajar Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob di Tual, Tersangka Sudah Ditahan
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah