SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk yang terkenal itu, ternyata mencatat kerugian fantastis tahun lalu. Angkanya nyaris menyentuh 5 miliar dolar AS, atau kalau dirupiahkan, sekitar 85 triliun. Cukup membuat mata berkedip.
Rencananya, perusahaan ini bakal melantai di bursa saham sekitar pertengahan tahun. IPO-nya ditargetkan paling cepat Juni nanti, dan kabarnya valuasinya bisa tembus 1,75 triliun dolar AS. Gila, ya?
Nah, yang menarik, di balik angka kerugian besar itu, performa SpaceX sebenarnya tidak buruk-buruk amat. Menurut laporan dari The Information, pendapatan mereka tahun lalu justru melesat di atas 18,5 miliar dolar. Lalu, apa penyebab kerugiannya?
Ternyata, sumber kebocoran utamanya datang dari xAI. Perusahaan kecerdasan buatan yang diakuisisi SpaceX pada Februari 2025 itu disebut-sebut menjadi biang keladinya. Setelah akuisisi, SpaceX langsung punya mimpi besar: membangun pusat data AI langsung di orbit bumi. Ambisius banget, dan rupanya butuh biaya yang tidak sedikit.
Di sisi lain, kita tidak bisa melupakan pencapaian SpaceX sebagai perusahaan peluncur roket paling aktif di dunia. Visi jangka panjang mereka tetap jelas: membuat perjalanan ke planet lain jadi sesuatu yang lebih mudah dan murah. Tapi, jalan menuju sana jelas berliku dan mahal.
Jadi, meski angka kerugiannya bikin kaget, langkah mereka menuju IPO tampaknya tetap lancar. Dunia investasi pasti akan menyambutnya dengan beragam spekulasi. Bagaimanapun, ini tentang SpaceX. Perusahaan yang selalu berani mengambil lompatan besar, meski konsekuensinya tidak pernah kecil.
Artikel Terkait
Nico Paz Tolak Kembali ke Real Madrid, Pilih Bertahan di Como
BRI Salurkan 5.000 Hewan Kurban di Momentum Iduladha 2026
Pentagon Revisi Data Korban Operasi Epic Fury: 14 Tentara AS Tewas dalam Konflik dengan Iran
Harga Emas Batangan di Pegadaian Turun saat Iduladha, Antam Terkoreksi ke Rp2,897 Juta per Gram