Wakil Bupati Mempawah Buka Turnamen Tenis BAI, Harap Jadi Ajang Pematang Atlet

- Jumat, 19 Desember 2025 | 18:54 WIB
Wakil Bupati Mempawah Buka Turnamen Tenis BAI, Harap Jadi Ajang Pematang Atlet

Lapangan tenis Pelti Mempawah tampak ramai pagi itu. Di bawah terik matahari Jumat, 19 Desember 2025, Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi secara resmi membuka BAI Open Tenis Turnamen Se-Antero Mempawah. Acara yang digelar PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) bersama Pelti setempat ini langsung menyedot perhatian.

Dalam sambutannya, Juli tak segan memberi apresiasi. Menurutnya, langkah perusahaan ini adalah bentuk nyata komitmen untuk turut mengembangkan dunia olahraga. Hal itu sejalan dengan amanat UU Keolahragaan Nomor 11 Tahun 2022.

"Di dalamnya jelas disebutkan, masyarakat dan dunia usaha punya kesempatan seluas-luasnya untuk berperan," ujar Juli.

"Mereka bisa ikut mendorong upaya pembinaan dan pengembangan keolahragaan," tambahnya.

Namun begitu, harapannya tidak berhenti di sini. Juli ingin event semacam ini jadi agenda rutin tahunan BAI, bukan cuma seremonial belaka. Ia membayangkan sebuah program berkelanjutan yang bisa melahirkan bibit-bibit atlet muda.

"Ke depannya, saya berharap ada juga pertandingan untuk kelompok umur tertentu. Ini penting untuk mempersiapkan atlet kita yang akan berlaga di Porprov 2026 nanti," harapnya lagi.

Di sisi lain, cerita dari panitia penyelenggara ternyata cukup menarik. Direktur Utama PT BAI, Darwin Saleh Siregar, mengaku awal rencananya cuma mau bikin acara santai. Sekadar silaturahmi akhir tahun antar komunitas tenis.

Tapi namanya sudah 'se-Antero Mempawah', jadinya ya harus lebih meriah. Tidak bisa sederhana lagi.

"Akhirnya kita gelar secara lebih profesional. Karena ada kalimat 'seantero', nggak bisa sederhana, harus agak wah sedikit," jelas Darwin dengan santai.

Baginya, di balik semangat kompetisi, nilai utama tetaplah menjalin hubungan baik. "Harapannya sih yang paling penting adalah silaturahmi. Biar komunitas petenis di Mempawah ini semakin erat dan solid," tuturnya.

Turnamen yang berlangsung hingga 21 Desember itu diikuti 34 atlet, atau 17 pasangan. Mereka akan berjuang di lapangan selama tiga hari penuh, mengejar gelar sekaligus mempererat tali persaudaraan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar