Oracle PHK Ribuan Karyawan demi Investasi AI, Tapi Gaji CFO Baru Capai Miliaran Rupiah

- Jumat, 10 April 2026 | 11:30 WIB
Oracle PHK Ribuan Karyawan demi Investasi AI, Tapi Gaji CFO Baru Capai Miliaran Rupiah

Oracle lagi-lagi jadi buah bibir. Perusahaan teknologi raksasa asal AS itu baru saja mengirimkan gelombang kejut ke ribuan karyawannya: kabar tentang pemutusan hubungan kerja atau PHK. Padahal, belum lama berselang, mereka justru mengumumkan perekrutan seorang CFO baru dengan paket gaji yang bikin mata berkedip.

Menurut laporan CNBC International, langkah pengurangan karyawan ini diambil Oracle setelah harga sahamnya terjun bebas. Pemicunya? Komitmen modal yang sangat besar untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan atau AI. Tampaknya, ambisi besar di dunia AI ini harus dibayar mahal, sayangnya dengan posisi pekerjaan banyak orang.

Yang bikin publik makin menyorot, hanya selang beberapa hari dari kabar PHK massal itu, Oracle sudah mengumumkan nama baru di jajaran puncak. Mereka menunjuk Hilary Maxson sebagai Chief Financial Officer. Gajinya? Fantastis.

Melansir NDTV, Maxson akan menerima gaji pokok tahunan sebesar 950 ribu dolar AS. Belum lagi bonus tahunan berbasis kinerja yang ditargetkan mencapai 2,5 juta dolar AS. Bonus itu akan diprorata untuk periode tertentu, mulai April 2026.

Sebelumnya, Hilary Maxson bukan nama baru di dunia korporat. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Eksekitf dan CFO grup di Schneider Electric. Bahkan, ia menghabiskan waktu 12 tahun di AES Corporation, memegang berbagai peran kepemimpinan senior di bidang keuangan, strategi, dan merger-akuisisi.

Namun begitu, pengangkatan dengan paket menggiurkan ini justru memantik kemarahan. Di media sosial dan forum karyawan anonim, berita ini digambarkan bagai "tamparan" keras. Terutama bagi mereka yang tiba-tiba diberhentikan setelah bertahun-tahun mengabdi pada perusahaan.

Bayangkan saja, sementara puluhan ribu orang harus merelakan kursinya, di sisi lain perusahaan justru menyambut eksekutif baru dengan selamat datang yang sangat mewah. Kontrasnya sungguh mencolok dan sulit diterima akal sehat banyak orang.

Jadi, bagaimana pendapatmu soal situasi yang terjadi di Oracle ini? Sebuah langkah bisnis yang perlu diambil, atau keputusan yang terasa kehilangan sisi kemanusiaannya?

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar