Di sela-sela keriuhan Istora Senayan, Jumat lalu, Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia ditanya soal dukungan partainya untuk Pilpres 2029. Pertanyaan itu tak mengagetkannya. Dengan santai, Bahlil langsung menyinggung soal latar belakang calon yang mereka dukung sebelumnya.
"Ya Pak Prabowo ini kan juga adalah kader Golkar, alumni Golkar," ucap Bahlil.
Lalu ia melanjutkan dengan nada retoris, "Kalau sudah ada yang terbaik, ngapain cari yang lain?"
Jawaban itu sekaligus menegaskan sikap partainya. Menurut Bahlil, dukungan Golkar kepada pemerintahan Prabowo sudah merupakan keputusan Munas dan akan dijalankan hingga masa jabatan berakhir. Ia menekankan, partainya akan konsisten berada di barisan yang sama dengan pemerintah.
"Dan Golkar akan konsisten terus bersama-sama dengan pemerintah," tegasnya.
Pembicaraan kemudian merambah ke isu yang sempat ia lontarkan sebelumnya: koalisi permanen. Bahlil berargumen bahwa stabilitas pemerintahan adalah kunci, dan untuk mencapainya, dibutuhkan kesepakatan koalisi yang langgeng, tidak berubah-ubah setiap periode.
"Golkar menyarankan, mengusulkan, harus ada koalisi permanen," jelasnya.
Ia mengakui detailnya masih perlu dibahas. "Ya saya nggak tahu berapa partai yang bisa diajak koalisi permanen, yang penting wacana dan konsep ini harus dibuka."
Keuntungannya, menurut Bahlil, cukup jelas. Dengan format yang sudah tetap, tidak perlu lagi energi dan waktu dihabiskan untuk merundingkan bentuk koalisi baru setiap kali pemilihan tiba.
"Jadi kalau katakanlah ada empat atau lima atau berapa partai, sudah bersama-sama itu saja koalisinya," tambahnya.
Pernyataan Bahlil ini, meski bukan janji resmi, jelas memberi sinyal kuat. Untuk Golkar, sosok Prabowo Subianto sudah dianggap sebagai "yang terbaik" dan berasal dari rumah yang sama. Pertanyaan 2029 sepertinya sudah dapat jawaban yang cukup gamblang.
Artikel Terkait
Trump Konfirmasi Hancurkan Tujuh Kapal Iran di Selat Hormuz, Klaim Tak Langgar Gencatan Senjata
Saka Bawa Arsenal Balikkan Agregat atas Atletico Madrid di Babak Pertama
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Surabaya, Rabu 6 Mei 2026: Subuh Pukul 04.14 WIB, Magrib 17.24 WIB
Korlantas Pilih Jalur Dialog dan Pelatihan, Bukan Sekadar Tilang, untuk Tekan Kecelakaan Angkutan Umum