Kamis sore itu, suasana Dusun Lampoko di Barru tiba-tiba berubah jadi riuh. Dua unit rumah panggung di Desa Lampoko, Kecamatan Balusu, dilalap si jago merah. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul tiga lewat seperempat itu, konon menimbulkan kerugian materiil yang nggak sedikit sekitar Rp 200 juta.
Rumah yang hangus itu adalah milik Andi Mappiasse yang sudah sepuh, 80 tahun, dan tetangganya, Andi Sukarman (38).
Menurut cerita, api pertama kali muncul di bagian atas rumah Andi Mappiasse. Saat itu, sang pemilik rumah dan istrinya justru sedang ada di bawah kolong rumah. Mereka sempat mendengar suara ledakan, tapi mengira itu hal biasa. Mereka baru ngeh saat potongan kayu berapi jatuh di dekat mereka. Mendongak ke atas, ternyata langit-langit rumah sudah jadi lautan api.
Kapolsek Balusu, Iptu Abdul Mustajil, mengonfirmasi kronologi ini.
“Korban baru menyadari adanya kebakaran saat melihat arang kayu yang terbakar jatuh ke dekatnya. Saat mendongak ke atas, api sudah membesar di bagian rumahnya,” jelas Mustajil.
Karena jarak antar rumah yang begitu dekat, api dengan ganas langsung merambat ke rumah sebelah, milik Andi Sukarman. Sebelum segalanya jadi besar, seorang warga, Nursiah (60), mengaku melihat kepulan asap hitam pekat membubung dari belakang rumah. Warga pun langsung bergerak, berusaha memadamkan api sebisanya dengan peralatan seadanya.
Untungnya, respons terbilang cepat. Hanya berselang lima menit, sekitar pukul 15.20 Wita, satu unit armada pemadam dari PLTU Lampoko sudah tiba di lokasi. Mereka kemudian dibantu oleh rekan-rekan dari Damkar Kecamatan Balusu dan Kabupaten Barru.
Kerja sama yang solid antara petugas damkar, TNI-Polri, dan warga akhirnya membuahkan hasil. Api yang berkobar selama lebih dari satu jam itu akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 16.20 Wita.
Syukurlah, tak ada korban jiwa dalam musibah ini. Tapi, rasa syukur itu tetap bercampur pilu. Kedua rumah beserta segala isi dan kenangan di dalamnya, habis tak tersisa.
Dugaan sementara, penyebabnya adalah korsleting listrik. Meski begitu, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan penyebab pastinya. Penyidikan masih berlangsung.
Artikel Terkait
38 Peserta UTBK-SNBT 2026 Terbukti Curang, Masuk Daftar Hitam Seluruh PTN
Pabrik Gula Tradisional di Tulungagung Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp200 Juta
BGN Ungkap Modus Jual-Beli Titik Dapur Program Makan Bergizi Gratis, Iming-iming Rp20-50 Juta per Lokasi
Jokowi Pastikan Hadir di Sidang Roy Suryo dan Akan Perlihatkan Ijazah Asli