Dinamika Politik Pasca-Kepemimpinan Jokowi
Setelah dua periode kepemimpinan Jokowi berakhir, banyak relawan menghadapi pertanyaan eksistensial tentang masa depan organisasi. Projo memilih untuk bertahan dengan melakukan transformasi identitas daripada bubar.
Dalam konteks politik praktis, langkah ini dinilai realistis mengingat Jokowi tidak lagi menjadi presiden aktif dan kekuasaan telah beralih kepada Prabowo. Namun, pilihan pragmatis ini juga menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi kesetiaan politik dalam dunia relawan.
Masa Depan Projo: Warisan dan Transformasi
Projo kini berupaya memposisikan diri sebagai jembatan antara basis relawan lama dengan pemerintahan baru. Dalam narasi yang dibangun, mendukung Prabowo dianggap sebagai kelanjutan dari visi pembangunan Jokowi dalam bentuk baru.
Perubahan logo Projo menandai babak baru dalam perjalanan organisasi relawan politik ini, dari gerakan yang dibangun dengan semangat "rakyat melawan elite" menjadi bagian dari sistem kekuasaan yang ada.
Artikel Terkait
Jenazah Wagub Sulbar Tiba di Jakarta, Akan Dimakamkan di Kalibata
Rakornas 2026: Titik Temu Pusat dan Daerah untuk Pacu Indonesia Emas 2045
Kabel Semrawut di Trotoar Karet, Warga Waswas Setiap Melintas
Nishfu Syaban: Antara Anjuran dan Penolakan Ulama