Mobil ambulans itu akhirnya tiba juga. Sekitar pukul setengah tujuh sore, peti jenazah Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen (Purn) Salim S. Mengga, dibawa masuk ke rumah duka di kediaman anaknya, kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Suasana haru langsung terasa, menusuk di antara kerumunan keluarga dan kerabat yang telah menunggu.
Peti itu ditutup kain merah putih. Dari balik kaca mobil, terlihat karangan bunga sudah berjejer di depan rumah. Ada yang dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, sampai Gubernur Sulbar, Suhardi Duka. Rencananya, besok Minggu (1/2), almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Mengenang Sang Jenderal
Salim S. Mengga mengembuskan napas terakhirnya di RS Siloam Makassar, Sabtu (31/1) lalu. Ia bukan hanya seorang wagub. Jauh sebelum itu, namanya dikenal sebagai perwira tinggi TNI. Alumni AKABRI 1974 ini satu angkatan dengan Presiden Prabowo Subianto dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.
Karier militernya dimulai dari posisi yang cukup dasar: Komandan Peleton Detasemen Kavaleri Yonkav 10 Kodam XIV/Hasanuddin, dari 1975. Perjalanan panjang itu berpuncak saat ia memimpin sebagai Pangdam XV/Pattimura, sekitar tahun 2005 hingga 2006.
Setelah pensiun, dunia politik rupanya memanggil. Ia bergabung dengan Partai Demokrat dan duduk sebagai anggota DPR RI untuk periode 2009-2014. Tak berhenti di sana, Salim beberapa kali mencoba peruntungan di Pilkada.
Usahanya akhirnya berbuah pada Pilgub 2024 lalu. Berpasangan dengan Suhardi Duka, mereka berhasil meraih 46,18 persen suara. Kemenangan itu mengantarnya ke kursi wagub. Tak lama setelah dilantik oleh Prabowo pada 20 Februari 2025, takdir berkata lain. Ia harus pergi untuk selamanya.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu