SURABAYA PSM Makassar lagi-lagi kelaparan. Mereka butuh bek tengah berpengalaman, dan butuh sekarang. Tapi, dunia sepak bola memang jarang sekali mengikuti skenario yang sudah ditulis. Bukannya mendekat ke Makassar, Hansamu Yama Pranata justru dikabarkan akan pulang.
Ya, pulang ke Surabaya. Ke Persebaya, klub yang dulu membesarkan namanya. Kabar ini kian kuat beredar setelah posisinya di Persija Jakarta terlihat semakin sulit di putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Dia ada, tapi jarang dimainkan.
Padahal, kalau mau jujur, Hansamu itu seperti potongan puzzle yang pas banget untuk masalah PSM. Mereka lagi dalam fase koreksi total di lini belakang. Blunder, kegagalan baca permainan lawan, dan ketiadaan pemimpin di jantung pertahanan jadi masalah akut sepanjang paruh pertama musim ini.
Di tengah situasi seperti itu, sosok Hansamu seakan jadi jawaban. Bek kidal, punya jam terbang tinggi di timnas, kuat di udara, dan karakternya tenang. Dia juga biasa bermain dengan garis pertahanan tinggi sistem yang sedang coba diterapkan PSM meski masih oleng. Tapi sekali lagi, sepak bola tak selalu mengikuti logika yang paling masuk akal.
Isyarat ke Surabaya justru yang makin kencang.
Akun X @JakzRedss melaporkan, Persija memutuskan untuk meminjamkan Hansamu ke Persebaya. Tujuannya sederhana: agar pemain berusia 29 tahun itu bisa main secara reguler lagi.
“Rio Fahmi ke Arema FC. Hansamu Yama ke Persebaya. Daripada tidak mendapatkan menit bermain, pemain yang off perform memang sebaiknya dilepas atau dipinjamkan saja.”
Kabarnya, kedatangan Paulo Ricardo di Persija benar-benar menutup peluang Hansamu. Meski hampir selalu masuk daftar cadangan, duduk di bangku cadangan jelas bukan yang diinginkan pemain seusianya.
Lalu ada sinyal-sinyal perpisahan yang sulit diabaikan. Beberapa rekan setimnya di Persija mulai mengunggah pesan yang berbau ‘selamat jalan’. Bek asing Persija, Emaxwell Souza, menulis caption yang cukup emosional di Instagram.
“Aku mendoakanmu semoga sukses di dunia ini, saudaraku. Kami akan merindukanmu.”
Bahkan sang kapten, Rizky Ridho, mengunggah momen kebersamaan dengan Hansamu di Instagram Story-nya. Gestur seperti ini di dunia sepak bola kerap menjadi penanda; sebuah babak telah berakhir.
Nah, kalau benar terjadi, langkah Hansamu ke Persebaya ini seperti pulang kampung. Dia kembali ke lingkungan yang sudah mengenalinya. Atmosfer, tekanan suporter, dan karakter permainan di sana bukan hal asing baginya. Bagi Persebaya, ini adalah solusi instan untuk menambah kedalaman dan ketenangan di lini belakang yang sedang dibenahi.
Dan bagi Hansamu sendiri, Surabaya menawarkan satu hal yang paling berharga saat ini: kesempatan untuk bermain lagi. Menit bermain adalah segalanya bagi seorang pemain yang masih ingin membuktikan diri.
Lalu bagaimana dengan PSM? Tampaknya mereka kehilangan sebuah kesempatan emas. Di saat yang tepat, ketika mereka sangat membutuhkan sosok pemimpin bertahan yang berpengalaman, calon yang ideal justru berjalan ke arah lain. Ini bukan sekadar kehilangan satu opsi pemain, tapi kehilangan profil yang sangat spesifik di momen yang krusial.
Bagi Hansamu Yama, pilihan ini jelas bukan cuma soal romantisme kembali ke klub lama. Ini lebih tentang logika karier. Tentang mempertahankan relevansi.
Sepak bola memang selalu berputar pada momentum. Dan saat ini, momentum Hansamu sepertinya mengarah ke satu tempat: Surabaya. Sementara di Makassar, pencarian masih berlanjut.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares