Warna merah dan petasan memang jadi ciri khas Imlek. Tapi, ada satu hal lain yang bikin perayaan ini makin meriah: hidangan penuh makna di meja makan.
Setiap sajian yang hadir bukan cuma untuk memanjakan lidah. Lebih dari itu, makanan-makanan ini menyimpan doa dan harapan mendalam. Mulai dari umur panjang, rezeki yang melimpah, sampai keharmonisan keluarga. Semuanya diwakili oleh simbol-simbol tertentu yang sudah diwariskan turun-temurun.
Jadi, menyantapnya bersama sanak saudara itu ibarat ritual sakral. Ritual yang menguatkan kebersamaan dan menegaskan optimisme menyongsong tahun baru. Nah, selain kue keranjang yang sudah sangat terkenal, sebenarnya ada banyak lagi makanan khas Imlek yang sarat filosofi. Berikut beberapa di antaranya.
Ikan (Yu)
Hampir mustahil menemukan jamuan Imlek tanpa ikan. Alasannya sederhana: dalam bahasa Mandarin, kata 'ikan' atau 'yu' bunyinya mirip dengan kata 'kelimpahan'. Biasanya, ikan disajikan utuh, yang melambangkan keutuhan hidup. Uniknya, banyak keluarga sengaja tidak menghabiskannya. Sisa ikan itu dianggap sebagai perlambang bahwa rezeki tahun ini masih akan berlanjut ke tahun depan.
Pangsit (Jiaozi)
Kalau diperhatikan, bentuk pangsit menyerupai batangan emas jaman dulu di Tiongkok. Makanya, jiaozi dianggap sebagai simbol kekayaan. Konon, semakin banyak pangsit yang kamu makan saat Imlek, semakin besar pula harapan rezeki yang akan datang. Beberapa keluarga bahkan punya tradisi unik: menyelipkan koin bersih di salah satu pangsit. Siapa yang mendapatkannya, dialah yang diyakini akan dapat keberuntungan ekstra.
Artikel Terkait
Yerin Ha: Dari Lompatan Bahagia di Gangnam Hingga Mencuri Hati Benedict Bridgerton
Rosé Ungkap Trik Nyelenehnya Pacaran: Nyamar Jadi Nenek-Nenek demi Hindari Paparazzi
Dua Dekade di LOréal, Melanie Masriel Ungkap Kunci Sukses dan Kepemimpinan yang Menggerakkan Dunia
Zyta Delia Siap Ramaikan Ramadan dengan Koleksi Fungsional