Sentul International Convention Center (SICC) di Bogor akan ramai pada Senin, 2 Februari 2026. Di sana, pemerintah pusat dan daerah bakal berkumpul dalam Rapat Koordinasi Nasional atau Rakornas. Acara tahunan ini, menurut Kapuspen Kemendagri Benni Irwan, punya relevansi yang sangat kuat untuk tahun-tahun ke depan.
Benni menegaskan, forum ini bukan sekadar pertemuan seremonial belaka. Ia menyebutnya sebagai ruang strategis. Tujuannya jelas: memastikan kebijakan nasional dan pelaksanaannya di daerah benar-benar selaras. Apalagi, ini menyangkut program-program prioritas Presiden yang sedang digenjot menuju target besar Indonesia Emas 2045.
"Keseluruhan upaya tersebut diformulasikan untuk menjawab permasalahan dan mempercepat pembangunan yang memberikan dampak nyata dan dirasakan oleh masyarakat,"
ujar Benni dalam keterangannya di Jakarta, Jumat lalu (30/1).
Peran kepala daerah dan Forkopimda, menurutnya, krusial. Mereka dianggap sebagai motor penggerak utama di lapangan. Mulai dari penyelenggaraan pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, sampai pembangunan fisik. Nah, Rakornas inilah yang diharapkan bisa menyatukan pemahaman dan menyelaraskan langkah. Koordinasi yang kuat antara pusat dan daerah jadi kunci utamanya.
Di sisi lain, momentum tahun 2026 sendiri terasa spesifik. Tahun ini adalah tahun kedua pelaksanaan RPJMN 2025–2029. Visinya sudah jelas: “Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045”. Visi yang ambisius itu butuh kerja sama dan tekad kolektif. Semua itu diwujudkan lewat apa yang disebut Asta Cita, yang kemudian dijabarkan jadi 17 program prioritas plus program-program cepat lainnya di berbagai sektor.
Benni menambahkan, signifikansi Rakornas tahun ini juga terletak pada sifatnya yang lintas sektor. Forum ini melibatkan hampir seluruh unsur pemerintahan dan penegak hukum. Forkopimda, misalnya, punya peran strategis yang berat: menjaga stabilitas sosial-politik, menyelesaikan persoalan daerah, dan mendukung pemerintahan berjalan lancar.
Dengan pendekatan kolaboratif, Rakornas 2026 diharapkan bisa jadi lebih dari sekadar agenda rutin. Ia harus menjadi jembatan yang efektif antara kebijakan di Jakarta dengan realitas yang ada di seluruh penjuru Nusantara. Harapannya, hubungan pusat dan daerah makin solid, adaptif, dan tanggap menghadapi segala tantangan. Semua demi satu tujuan akhir: Indonesia Emas 2045.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu