Kabel Semrawut di Trotoar Karet, Warga Waswas Setiap Melintas

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:54 WIB
Kabel Semrawut di Trotoar Karet, Warga Waswas Setiap Melintas

Sabtu lalu (31/1), suasana di trotoar Jalan KH Mas Mansyur, Karet, Jakarta Pusat, tampak jauh dari rapi. Tepat di seberang TPU Karet Bivak, pandangan langsung tertuju pada tumpukan kabel yang semrawut. Mereka menjuntai tak karuan, sebagian bahkan menggantung begitu rendah hingga nyaris menyapu kepala orang yang lewat.

Trotoarnya sendiri tidak terlalu lebar. Melewatinya butuh kewaspadaan ekstra. Selain harus menunduk menghindari kabel, kita juga akan melihat jalinan kabel lainnya yang menyusup ke sela-sela pepohonan. Benar-benar pemandangan yang mengganggu dan, jujur saja, cukup berbahaya.

Tak heran, warga yang sehari-hari melintas di sana punya keluhan. Ayub, seorang pemuda 23 tahun yang sudah tiga tahun bekerja di kawasan itu, mengaku selalu dibuat was-was. Setiap hari ia melewati jalan yang sama, dan setiap hari pula kondisi kabel itu tak pernah berubah.

"Bahaya, jelek kelihatannya juga," ujarnya.

Harapannya sederhana. Ia ingin kabel-kabel itu ditata. "Diperbaiki, ditata biar rapi. Kalo bisa biar kelihatan enak lah dilihatnya juga, biar kelihatan bagus," tutur Ayub.

Pendapat serupa datang dari Hendrik. Pria 32 tahun ini bahkan punya usulan yang lebih konkret. Menurutnya, sudah saatnya kabel-kabel semacam itu dialihkan ke bawah tanah.

"Kalau bisa sih, di daerah Jawa Barat kan udah ada lewat tanah tuh. Pakai ini apa namanya, dimasukkin ke bawah tanah," kata Hendrik.

Hendrik sudah bekerja lima tahun di sekitar lokasi itu. Dan selama itu pula, ia menyaksikan kondisi yang stagnan. Tak ada perubahan berarti.

"Udah lama sih, dari awal saya masuk, saya kerja aja udah lima tahun," keluhnya.

"Kayak gini-gini aja, gak ada perubahan sama sekali," tandasnya, menggambarkan situasi yang seolah terabaikan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler