Sabtu (31/1) siang, suasana di kawasan wisata Tangsi Belanda di Mempura, Siak, tiba-tiba berubah kacau. Bangunan bersejarah peninggalan kolonial itu ambruk, menimpa rombongan siswa SDIT Baitul Ridho Rawang Kao yang sedang study tour. Suara gemuruh kayu patah langsung disusul teriakan panik.
Menurut Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, rombongan itu terdiri dari 55 murid dan 12 guru. Mereka baru saja tiba untuk wisata edukasi, dipandu seorang pemandu lokal. Rencananya, mereka akan menjelajahi area, termasuk naik ke lantai dua bangunan utama.
"Saat masuk ke sebuah ruangan di lantai atas, tiba-tiba lantai kayunya jebol," jelas Ade.
Lantai dari papan kayu tua yang sudah lapuk itu tak kuat menahan beban. Seketika, rombongan itu terjatuh ke lantai dasar dengan ketinggian sekitar empat meter. Debu dan reruntuhan kayu berhamburan di mana-mana.
Akibatnya, 15 siswa, seorang guru, dan pemandu wisata setempat mengalami luka-luka. Keadaan korban beragam. Sepuluh orang dengan cedera lebih seriah dilarikan ke RSUD Siak. Sementara tujuh lainnya, yang lukanya dinilai ringan, mendapat perawatan di Puskesmas Mempura.
Polisi langsung bergerak cepat. Lokasi kejadian segera diamankan. Garis polisi dipasang, TKP diolah, dan pencatatan korban serta saksi dilakukan. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga langsung dijalin.
"Kami sudah minta bangunan ini ditutup sementara untuk umum," tegas Ade Irsyam Siregar.
Penutupan itu, lanjutnya, akan berlaku sampai ada pemeriksaan teknis dan perbaikan menyeluruh. Tujuannya jelas: memastikan keamanan pengunjung di masa datang. Bangunan tua itu kini sunyi, hanya dikelilingi pita kuning polisi, menunggu kepastian nasibnya.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu