Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, angkat bicara soal penanganan bencana di Sumatera Barat. Ia memberi apresiasi setinggi-tingginya pada langkah cepat Dony Oskaria, sang Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara. Tak tanggung-tanggung, Dony disebutnya langsung menginisiasi pembangunan hunian sementara atau huntara bagi korban bencana di sana.
“Ini bukan sekadar membangun tempat tinggal sementara, tetapi membangun kembali kehidupan masyarakat yang terdampak,” ujar Andre, yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra, kepada para wartawan akhir pekan lalu.
“Komisi VI DPR RI akan terus mengawal agar pembangunan huntara ini berjalan tuntas dan berkelanjutan,” tegasnya.
Menurut Andre, respons Dony ini patut dicontoh. Sebelumnya, pria itu juga telah membangun huntara di Aceh dan Sumatera Utara. Perhatiannya terhadap kualitas hidup penyintas bencana terlihat sangat nyata. Ia tak hanya bergerak cepat, tapi juga memastikan programnya punya dampak berkelanjutan.
Program yang digarap Danantara ini skalanya besar dan menyasar langsung daerah-daerah yang paling parah terdampak. Sebut saja Padang Pariaman, Agam, Tanah Datar, dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Yang menarik, pembangunannya dimulai sejak fase awal pascabencana. Tujuannya jelas: agar warga tidak terlalu lama hidup dalam ketidakpastian, berkutat di tenda-tenda darurat.
Nah, huntara yang dibangun pun bukan sekadar deretan rumah fisik belaka. Fasilitas pendukungnya dipikirkan matang. Ada balai pertemuan untuk berkumpul, lapangan olahraga, bahkan ruang bermain anak. Semua itu dirancang untuk mendukung pemulihan psikososial warga, membantu mereka bangkit dari trauma.
Di sisi lain, Andre juga mendorong agar cakupan program ini diperluas. Masih banyak daerah lain yang membutuhkan. Besarnya dampak bencana, kata dia, menuntut kesinambungan program agar pemulihan bisa benar-benar menyeluruh.
“Kita dorong agar pembangunan huntara menjangkau lebih banyak daerah,” katanya.
“Prinsipnya, negara harus hadir secara cepat dan berkelanjutan.”
Data yang diterima Komisi VI pun menunjukkan kebutuhan yang masih mendesak. Diperkirakan, masih dibutuhkan sekitar 500 unit huntara tambahan untuk empat kabupaten tadi. Andre, yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang, berjanji akan terus mengawal prosesnya sampai tuntas.
“Agar seluruh penyintas bencana dapat segera menempati hunian yang layak dan manusiawi,” imbuhnya.
Secara keseluruhan, keterlibatan Danantara lewat program huntara ini dinilai sebagai bentuk kehadiran negara yang konkret. Di tengah situasi darurat, respons yang cepat dan tepat terutama untuk kebutuhan hunian yang aman adalah hal yang paling dibutuhkan masyarakat.
Pembangunan di Sumbar sendiri difokuskan pada wilayah-wilayah yang terdampak banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya. Program ini menjadi pilar penting dalam upaya percepatan pemulihan. Harapannya, dengan adanya kepastian tempat tinggal, proses pemulihan pascabencana bisa berjalan lebih terencana. Dan yang paling utama, kepentingan masyarakatlah yang jadi prioritas.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi