Suasana di Rakernas pertama PSI di Makassar, Sabtu lalu, berubah haru. Di penghujung acara, Ketua Umum mereka, Kaesang Pangarep, tak bisa menahan air mata. Tangisnya pecah saat ia menyampaikan janji besarnya: mengerahkan segala upaya demi kemenangan partai.
Sebelumnya, ada pidato dari seseorang yang menyatakan kesediaannya berjuang habis-habisan untuk PSI. Rupanya, hal itu menyentuh Kaesang. Ia lantas menyampaikan tekadnya sendiri dengan nada yang jauh lebih personal dan emosional.
"Cuma satu hal yang akan saya janjikan kepada teman-teman semua," ucap Kaesang, suaranya tertahan.
"Bahwa PSI akan menjadi partai yang sangat besar di kemudian hari."
Kalimat itu ia ucapkan sambil menangis. Tak cuma sekadar janji di atas panggung, Kaesang berikrar akan mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mewujudkan hal tersebut. Komitmennya terdengar begitu total.
"Tadi saya lihat, sebelum pidato saya, ada yang mau kerja keras, ada yang mau mati-matian, ada yang mau habis-habisan," katanya, mengawali.
Lalu dengan penuh keyakinan ia menambahkan, "Kalau saya sebagai ketua umum, saya akan peras semua darah saya untuk memenangkan PSI."
Deklarasi penuh darah dan keringat itu langsung disambut gegap gempita. Para kader yang hadir bersorak, tepuk tangan menggema memenuhi ruangan. Energi seketika berubah jadi membara.
"Siap semua?" teriak Kaesang, mencoba menguasai kembali suaranya.
"Siap!" jawab massa serentak, menggelora.
Kaesang pun menutup dengan seruan yang jelas arahnya: "Mari kita menangkan pemilu di 2029 nanti." Rakernas yang penuh emosi itu pun ditutup dengan sebuah tekad kolektif yang kini punya beban moral lebih berat. Semua mata tertuju padanya, menunggu realisasi dari janji yang dibumbui tangis itu.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir