Suasana di Stadion Tridadi, Sleman, Sabtu lalu memang riuh. Sorak-sorai menyambut setiap serangan di MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 2. Tapi di tengah keriuhan itu, perhatian banyak orang tertuju pada satu sosok: Nadia Shakila Azzahra. Pemain SDN Muhammadiyah Karangploso U-12 ini punya aura berbeda. Tenang, berani, dan terlihat seperti pemimpin sejati di lapangan sesuatu yang jarang terlihat pada anak seusianya.
Tak heran, Nadia dipercaya sebagai kapten tim. Ia bukan cuma memimpin, tapi juga jadi tumpuan utama. Hingga babak 16 besar, si pemilik nomor punggung 11 ini sudah mendaratkan 42 gol ke gawang lawan. Angka itu membuatnya sementara memuncaki daftar top skor kategori U-12.
Ini sebenarnya kelanjutan dari performa gilanya di Seri 1 sebelumnya. Kala itu, ia mencetak 37 gol dan sukses membawa timnya naik podium juara. Gol demi golnya membuat namanya kian diperhitungkan.
Namun begitu, jalan Nadia ke dunia sepak bola ternyata tak mulus. Ada belokan menarik di masa kecilnya. Jauh sebelum bersinar di lapangan hijau, ayahnya sempat mengarahkannya ke dunia balap.
“Iya, awalnya mau ikut jejak ayahnya jadi pebalap,” ujar sang ibu, Ulva Syarovah, yang ditemui di pinggir lapangan.
“Tapi menurut saya, resikonya terlalu besar. Lagi pula, Nadia sendiri lebih suka bola. Akhirnya ayahnya legowo juga. Lihat sekarang, anaknya malah main bola dengan sangat bagus,” lanjut Ulva.
Nadia dikenalkan pada balap sejak usia sangat belia. Bahkan, ia pernah berlatih di lintasan bersama anak dari pembalap nasional Doni Tata.
“Waktu itu masih TK, umur lima tahunan. Sudah diajak nge-track dan latihan drill segala,” kenang ibunya.
Meski punya dasar balap, harapan Ulva justru lebih condong ke sepak bola. Pilihan itu akhirnya diambil Nadia setelah satu pengalaman yang kurang menyenangkan di lintasan.
“Dulu diajarin ayah main trail. Pernah jatuh, sakit. Ya karena itu akhirnya pindah haluan ke sepak bola,” kata Nadia sambil tersenyum malu.
Artikel Terkait
OJK Tunjuk Friderica Widyasari Dewi Isi Posisi Kosong Dewan Komisioner
Kemenpora Apresiasi Forum Pelajar SDGs, Gen Z Didorong Jadi Penggerak Lingkungan
Eńau dan Ari Lesmana Rangkul Duka dalam Sesi Potret
Kemkominfo Ungkap 110 Juta Anak RI di Dunia Maya, Pengawasan Orang Tua Jadi Kunci