Sejak fokus pada bola, kepercayaan dirinya melesat seiring prestasi. Momen paling berkesan? Saat final MLSC Seri 1 melawan SD 2 Wonorejo.
“Aku ingat banget waktu cetak gol di final lawan mereka. Soalnya tim mereka bagus banget,” ujarnya singkat.
Produktivitasnya bikin pemain dari tim lain penasaran. Mereka sering mendekati dan bertanya-tanya.
“Iya, mereka tanya-tanya, ‘Kemarin golnya berapa sih?’,” katanya. Nadia menyikapi perhatian itu dengan santai. “Senang sih, tapi ya… capek juga jawabnya,” selorohnya sambil tertawa.
Baginya, turnamen seperti MLSC ini berdampak besar, terutama untuk mental. “Jadi lebih semangat dan pede di lapangan,” tutur Nadia.
Di luar lapangan, ia tetaplah anak 12 tahun yang akan segera beranjak 13. Ia masih sering main bola dengan teman-teman laki-lakinya di sekolah. Justru itu mungkin rahasianya.
“Kalau jam istirahat, sering diajak tanding sama adik-adik kelas. Main terus,” akunya.
Prestasinya pun disambut hangat di sekolah. “Guru-guru dan teman-teman pasti bangga. Mereka senang sekali,” pungkas Nadia.
Semangat terus, Nadia! Semoga trofi juara kembali kamu bawa pulang di Seri kali ini.
Artikel Terkait
Padi Reborn Pukau Penonton dengan Konser Intim dan Album Baru di Ulang Tahun ke-28
Sopir Truk Tertembak di Yahukimo, KKB Diduga Dalangnya
Delapan Kantong Jenazah Ditemukan di Hari Kedelapan Pencarian Korban Longsor Pasirlangu
Duel Panas Indonesia vs Vietnam di Perempatfinal Piala Asia Futsal