Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan kesiapan pemerintah provinsi untuk menerapkan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi para ASN. Langkah ini diambil sebagai salah satu strategi penghematan bahan bakar minyak (BBM).
Latar belakangnya adalah situasi global yang memanas.
"Sedangkan untuk Work From Home, maka apa yang menjadi arahan dari pemerintah pusat akan dijalankan di DKI Jakarta juga," tegas Pramono di sekitaran Monas, Selasa lalu.
Menurutnya, dinamika konflik di Timur Tengah, khususnya di Iran, tak bisa dianggap remeh. Perang yang berkepanjangan itu berpotensi menekan pasokan energi dunia. Nah, tekanan itulah yang dikhawatirkan bakal memicu kenaikan harga. Maka, skema WFH dianggap sebagai solusi praktis untuk menekan pemakaian BBM di Jakarta.
"Karena bagaimanapun perang di Iran yang terlalu lama ini pasti akan memberikan tekanan penyediaan energi terutama untuk gas dan juga untuk BBM," paparnya.
Namun begitu, Pramono ingin meyakinkan publik. Menjelang Lebaran 2026 nanti, kondisi pasokan energi di Ibu Kota disebutnya aman dan terkendali.
"Bahwa Jakarta di dalam menyambut Idulfitri ini semua kebutuhan termasuk energi, LPG dan sebagainya terpenuhi dengan baik. Bahkan cadangannya masih cukup dan ada kenaikan sedikit sekali," kata dia.
Memang ada kenaikan harga untuk sejumlah komoditas pangan jelang hari raya. Cabai keriting, beras, dan daging misalnya, harganya merangkak naik beberapa persen. Tapi secara stok, Pramono menegaskan tidak ada masalah.
"Tapi secara keseluruhan stok di Jakarta aman," pungkas Gubernur.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun