Sementara itu, dalam sebuah siniar, Mahfud MD menyoroti dugaan mark-up anggaran proyek Kereta Cepat Whoosh. Dia mempertanyakan biaya pembangunan per kilometer proyek Whoosh yang mencapai 52 juta dolar AS, sementara proyek serupa di China hanya berkisar 17-18 juta dolar AS.
Mahfud juga mengungkapkan bahwa beban bunga utang proyek ini mencapai Rp2 triliun per tahun, sementara pendapatan dari tiket maksimal hanya Rp1,5 triliun, sehingga berpotensi menambah beban utang negara. Meski demikian, ia menekankan bahwa tujuan penyelesaian masalah ini adalah untuk memperbaiki prosedur dan mencegah kerugian negara yang lebih besar, bukan untuk menyalahkan pemerintahan sebelumnya.
Sumber: DEMOCRAZY.ID
Artikel Terkait
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Sebut Kondisi Keamanan dan Politik Tak Memungkinkan
BMKG Imbau Waspada Potensi Hujan Sedang hingga Lebat di Sebagian Besar Sulsel
Israel Lancarkan Serangan Besar ke Basis Hizbullah di Beirut, Balasan Roket Mendarat di Utara
PSG Hajar Chelsea 5-2 dalam Laga Spektakuler Babak 16 Besar Liga Champions