Udara di Desa Sukowidi, Magetan, Rabu lalu, terasa hangat bukan cuma karena matahari. Edhie Baskoro Yudhoyono, atau yang akrab disapa Ibas, hadir di tengah warga. Wakil Ketua MPR dari Partai Demokrat itu punya pesan yang jelas: keadilan pembangunan harus benar-benar terasa sampai ke pelosok desa. Bukan sekadar wacana.
“Keadilan pembangunan harus kita perjuangkan bersama,” tegas Ibas dalam keterangan tertulisnya keesokan harinya, Kamis (18/12/2025).
“Jalan desa yang semakin rapi, terbangun, dan saling terkoneksi adalah bagian dari keadilan sosial.”
Pernyataan itu ia sampaikan dalam acara Silaturahmi Kebangsaan dan Sosialisasi 4 Pilar MPR, yang mengusung tema peran ibu. Bagi Ibas, kehadiran negara yang adil itu harus konkret. Ia menekankan penguatan infrastruktur dasar, mulai dari jalan desa, akses pendidikan, layanan kesehatan, sampai urusan ketahanan pangan. Semua itu, katanya, hal terpenting yang tak boleh diabaikan.
Partai Demokrat, lewat komitmennya, berjanji mengawal aspirasi warga Magetan. Tujuannya agar pembangunan konektivitas desa di daerah itu terus dikebut, tidak ketinggalan dibanding wilayah sekitarnya.
Di sisi lain, Ibas juga menyoroti persatuan bangsa. Indonesia ini besar, dengan 38 provinsi dan lebih dari 280 juta jiwa penduduk. Menurutnya, Pancasila-lah yang mempersatukan kita semua, dengan sila kelima Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menjadi pegangan utama.
“Negara harus hadir di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten untuk menghadirkan masyarakat yang lebih sejahtera, maju, dan bahagia,” katanya.
Soal pendidikan, nada bicaranya tegas. Tidak boleh ada anak Indonesia yang putus sekolah hanya karena alasan ekonomi. Ia mendorong masyarakat untuk berani melaporkan kendala, termasuk soal akses beasiswa, agar bisa dicarikan solusi bersama.
“Pendidikan adalah jalan keadilan. Anak cucu kita harus sekolah, harus punya masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Urusan kesehatan tak kalah penting. Ibas bilang, kesehatan itu kunci kebahagiaan sekaligus produktivitas. Ia mengajak warga, terutama para lansia, ibu hamil, dan anak-anak, untuk memanfaatkan program cek kesehatan gratis. Deteksi dini, menurutnya, bisa mencegah banyak masalah di kemudian hari.
“Kita bahagia kalau kita sehat. Negara hadir untuk memastikan kesehatan ibu, anak, dan seluruh keluarga,” jelas Ibas.
Acara yang bertepatan dengan menyambut Hari Ibu Nasional itu juga dimanfaatkan untuk mengingatkan program makan bergizi gratis. Ibas menekankan, komitmennya adalah memastikan program itu benar-benar sampai ke anak-anak di Magetan. Ini bukan sekadar bagi-bagi makanan, tapi upaya serius memenuhi gizi seimbang dan meringankan beban keluarga.
“Ini adalah hak masyarakat. Tidak boleh ada anak di Magetan yang tertinggal dari program makan bergizi gratis,” ucapnya.
Sebagai daerah agraris, nasib petani juga dapat perhatian khusus dari Ibas, yang juga anggota Dewan Penasihat KADIN ini. Ia mendorong penguatan irigasi, stabilisasi harga gabah, hingga ketersediaan alat pertanian. Intinya, petani harus dilindungi agar tetap produktif dan hidup sejahtera.
“Kita ingin sawah-sawah tetap subur, panen meningkat, dan petani mendapatkan harga jual yang adil,” ujarnya.
Menutup kegiatan, ia mengajak ibu-ibu Desa Sukowidi untuk terus berkarya. Mengembangkan UMKM, entah itu batik, jamu, atau kerajinan desa lainnya. Ibas menyampaikan penghormatan mendalam untuk semua ibu, fondasi keluarga dan sebenarnya kekuatan bangsa.
Kegiatan itu sendiri dihadiri sejumlah tokoh setempat. Mulai dari Anggota DPRD Kabupaten Magetan dari Partai Demokrat, Ali Basri; Kapolsek Kartoharjo, AKP Eko Supriyanto; Danramil Kartoharjo, Kapten Inf Kiswanto, S.E.; Camat Kartoharjo, Setia Widayaka; hingga Kepala Desa Sukowidi, Tarmuji. Mereka semua hadir, menyimak, dalam satu ruang yang sama tentang cita-cita keadilan yang dimulai dari desa.
Artikel Terkait
Kakorlantas Ajak Pengemudi Ojol Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas
BPOM Terbitkan Aturan Baru Pengelolaan Dana BOK POM untuk Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan di Daerah
Imigrasi: Dua WN China Pelaku Pembobolan Rumah Mewah di Bogor Dua Kali Masuk Indonesia
Backlog Perumahan Jateng Tersisa 1,05 Juta Unit usai 281.312 Rumah Dibangun Hingga Awal 2026