Perbandingan Pertumbuhan Ekonomi Era SBY dan Jokowi Menurut Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan perbedaan mendasar dalam karakter pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Analisis ini menyoroti sebuah paradoks: meskipun pemerintahan Jokowi dikenal dengan pembangunan infrastruktur yang masif, laju pertumbuhan ekonominya justru lebih rendah.
Dalam sebuah acara, Purbaya menyampaikan pernyataan mengejutkan, "Saya di depan Pak Jokowi iseng nih ngomongnya, ‘Pak, tahu nggak Pak, kenapa Pak SBY tidur saja pertumbuhannya 6 persen, tapi Bapak bangun infrastruktur di mana-mana pertumbuhannya 5 persen."
Perbedaan Mesin Penggerak Ekonomi
Purbaya menjelaskan bahwa kunci perbedaannya terletak pada sumber utama penggerak pertumbuhan. Pada era SBY, pertumbuhan ekonomi lebih banyak digerakkan oleh sektor swasta yang dinamis. Sebaliknya, di era Jokowi, peran pemerintah melalui belanja negara menjadi mesin utama, sementara kontribusi sektor swasta relatif terbatas.
"Zamannya Pak Jokowi, sektor private hampir tidak tumbuh, dicekik. Sementara government sector-nya berjalan. Jadi selama 20 tahun terakhir, ekonomi kita mesinnya pincang," jelas Purbaya.
Artikel Terkait
Tiga Penerbangan Modifikasi Cuaca Diterbangkan untuk Tahan Banjir Jakarta
Gerakan Rakyat Resmi Berkibar Jadi Partai, Sahrin Hamid Pimpin Transformasi
Harapan dan Doa di Pondok Bambu untuk Yoga, Korban Hilang Pesawat Maros
Dari Tunanetra Jadi Terapis Andalan, Andry Buktikan Disabilitas Bukan Halangan Berkarya