Jokowi Gencar Bangun Infrastruktur, Tapi Pertumbuhan Ekonomi Cuma 5%, Ini Pengakuan Menkeu Purbaya

- Jumat, 17 Oktober 2025 | 16:00 WIB
Jokowi Gencar Bangun Infrastruktur, Tapi Pertumbuhan Ekonomi Cuma 5%, Ini Pengakuan Menkeu Purbaya

Perbandingan Pertumbuhan Ekonomi Era SBY dan Jokowi Menurut Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan perbedaan mendasar dalam karakter pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Analisis ini menyoroti sebuah paradoks: meskipun pemerintahan Jokowi dikenal dengan pembangunan infrastruktur yang masif, laju pertumbuhan ekonominya justru lebih rendah.

Dalam sebuah acara, Purbaya menyampaikan pernyataan mengejutkan, "Saya di depan Pak Jokowi iseng nih ngomongnya, ‘Pak, tahu nggak Pak, kenapa Pak SBY tidur saja pertumbuhannya 6 persen, tapi Bapak bangun infrastruktur di mana-mana pertumbuhannya 5 persen."

Perbedaan Mesin Penggerak Ekonomi

Purbaya menjelaskan bahwa kunci perbedaannya terletak pada sumber utama penggerak pertumbuhan. Pada era SBY, pertumbuhan ekonomi lebih banyak digerakkan oleh sektor swasta yang dinamis. Sebaliknya, di era Jokowi, peran pemerintah melalui belanja negara menjadi mesin utama, sementara kontribusi sektor swasta relatif terbatas.

"Zamannya Pak Jokowi, sektor private hampir tidak tumbuh, dicekik. Sementara government sector-nya berjalan. Jadi selama 20 tahun terakhir, ekonomi kita mesinnya pincang," jelas Purbaya.

Potensi Pertumbuhan dan Transformasi Ekonomi

Menurutnya, jika kedua sektor swasta dan pemerintah dapat tumbuh secara bersamaan, Indonesia memiliki potensi untuk dengan mudah mencapai pertumbuhan di atas 6 persen. Namun, ia menekankan bahwa transformasi sistem ekonomi bukanlah proses instan dan membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan bisa mencapai dua generasi.

Kondisi Ekonomi Terkini dan Dampaknya

Purbaya juga menyoroti perlambatan ekonomi yang terjadi belakangan ini. Ia mengungkapkan bahwa dari April hingga Agustus 2025, sektor riil kembali mencatatkan kinerja negatif. Kondisi inilah yang diduga memicu sejumlah aksi demonstrasi, yang menurutnya berakar pada kesulitan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan semata-mata persoalan politik.

"Rakyat langsung merasakan karena ekonomi susah, makanya turun ke jalan... Kalau cepat diperbaiki, demo itu tidak akan berlarut," pungkasnya.

Sumber: https://rmol.id/read/2025/10/17/683522/purbaya-akui-jokowi-gencar-bangun-infrastruktur-tapi-ekonomi-hanya-tumbuh-5-persen-

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar