Lima Atlet Panjat Tebing Laporkan Pelecehan Seksual, Menpora Tegaskan Negara Berpihak

- Jumat, 06 Maret 2026 | 09:30 WIB
Lima Atlet Panjat Tebing Laporkan Pelecehan Seksual, Menpora Tegaskan Negara Berpihak

Lima atlet panjat tebing berani angkat bicara. Mereka mengaku menjadi korban pelecehan seksual dan kekerasan fisik, dengan terduga pelaku mantan pelatih kepala. Menanggapi hal ini, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir langsung menegaskan keberpihakan negara. "Negara hadir melindungi para atlet," tegasnya.

Dalam keterangan tertulisnya Jumat lalu, Erick menyatakan dukungan penuh pada langkah Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) yang mendampingi korban melapor ke Mabes POLRI. Tujuannya jelas: agar kasus ini diusut tuntas. Menurutnya, setiap atlet berhak merasakan lingkungan latihan yang aman dan bermartabat, bebas dari segala bentuk teror.

"Kami berpihak pada korban. Pelaku, jika terbukti bersalah, harus mendapatkan hukuman maksimal," kata Erick Thohir.

Dia menekankan, pemerintah sama sekali tak akan mentolerir aksi kekerasan seksual di dunia olahraga. "Kita tidak boleh menutup mata," ujarnya. Olahraga seharusnya jadi ruang yang nyaman untuk berkembang dan berprestasi, bukan tempat yang menakutkan.

Di sisi lain, momentum ini dinilai penting untuk memperkuat sistem perlindungan atlet di semua cabang. Erick mendorong seluruh federasi dan pelatih untuk bersama-sama membangun budaya olahraga yang menjunjung integritas dan penghormatan.

Sementara itu, dari pihak federasi, Ketua Umum FPTI Yenny Wahid sudah lebih dulu bicara. Saat konferensi pers pengenalan tim pelatnas Rabu kemarin, dia mengungkap upaya pendampingan hukum untuk kelima atlet tersebut.

"Kalau FPTI secara organisasi tidak bisa melaporkan, tetapi kami membantu mencarikan pengacara untuk para korban yang mau melapor ke polisi," jelas Yenny.

Yenny mengapresiasi keberanian mereka. Langkah berbicara dan membawa masalah ini ke ranah hukum, menurutnya, adalah komitmen untuk mengungkap kebenaran. Federasi berjanji akan menjaga hak serta privasi korban, sekaligus memberikan dukungan penuh selama proses hukum berjalan.

Mantan pelatih kepala yang diduga menjadi pelaku sendiri telah dipecat tidak hormat oleh FPTI. Sekarang, bola ada di pengadilan. Semua mata tertuju pada proses hukum yang diharapkan bisa memberikan keadilan, sekaligus menjadi pelajaran pahit bagi dunia olahraga nasional.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar