SURABAYA Di tengah hiruk-pikuk proyek strategis nasional RDMP Balikpapan, ada satu pencapaian yang patut dicatat. PT Asuka Engineering Indonesia (ASUKA) baru saja mendapat pengakuan dari PT Kilang Pertamina Balikpapan. Mereka meraih penghargaan khusus untuk kinerja dan keselamatan kerja di lapangan.
Angkanya cukup mengesankan: lebih dari satu juta jam kerja aman berhasil mereka kumpulkan. Periode Juni 2025 hingga Maret 2026 dilalui tanpa satu pun insiden yang menyebabkan hilangnya hari kerja atau lost time injury. Sebuah rekor yang tak mudah diwujudkan di lingkungan proyek sebesar itu.
Menurut Bambang Kurniawan, Associate Director ASUKA, penghargaan ini adalah bentuk apresiasi nyata. Bukan cuma soal angka statistik, tapi lebih pada komitmen perusahaan untuk menjalankan operasional yang aman sekaligus produktif.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan PT Kilang Pertamina Balikpapan,” ucap Bambang.
Rupanya, prestasi mereka tak berhenti di situ. Dalam ajang apresiasi yang sama, ASUKA menyabet beberapa penghargaan lain. Mereka dinobatkan sebagai penerima The Best Discipline Manpower berkat kedisiplinan tenaga kerjanya yang mendukung percepatan target.
Lalu, ada karyawan mereka, Ahmad Narjussalam, yang meraih The Best Project Control untuk kinerjanya mengendalikan proyek. Tak ketinggalan, penghargaan The Best Dossier Report juga mereka dapatkan atas kualitas dokumentasi dan pelaporannya.
Bambang menjelaskan hal ini dalam keterangan tertulis yang diterima media pada Rabu, 22 April 2026.
Intinya, ASUKA mengambil sebagian besar nominasi yang ada. Hal ini, di mata Bambang, menunjukkan bahwa kinerja perusahaan tak cuma bagus di aspek K3. Tapi juga merata di disiplin operasional, pengendalian proyek, sampai hal-hal administratif yang sering dianggap remeh.
Di sisi lain, konsistensi ini bukan datang tiba-tiba. Bambang menilai semuanya berkat penerapan sistem manajemen yang sudah terstandarisasi. Mereka mengadopsi serangkaian sertifikasi internasional: ISO 45001 untuk keselamatan kerja, ISO 9001 untuk mutu, dan ISO 14001 yang mengatur aspek lingkungan.
Standar-standar itulah yang jadi landasan kerja. Memastikan setiap pekerjaan mengikuti praktik terbaik, khususnya dalam hal keselamatan, kualitas, dan prinsip keberlanjutan.
“Penghargaan ini adalah buah dari konsistensi kami,” katanya lagi.
Sinergi tim dan komitmen menjalankan proyek secara profesional disebutnya sebagai kunci. Ke depannya, ASUKA berjanji akan terus memperkuat budaya K3. Mereka juga berfokus pada peningkatan kualitas SDM dan menjaga standar eksekusi proyek.
Tujuannya jelas: memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingan. Seperti yang Bambang tuturkan, semua itu dilakukan demi menjaga kepercayaan yang sudah diberikan.
Artikel Terkait
Militer Israel Keluarkan Peringatan Evakuasi Mendesak bagi Warga Lebanon Selatan di Tengah Gencatan Senjata
TNI Gelar Latihan Perang Gabungan di Karimunjawa, Menhan Tegaskan Efek Gentar bagi Pengusik Kedaulatan
Macron Perintahkan Perluasan Arsenal Nuklir Prancis, Rusia Bereaksi Keras
Mensos Gus Ipul Resmikan Pelatihan Manajemen untuk Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Rakyat