Mensos Gus Ipul Resmikan Pelatihan Manajemen untuk Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Rakyat

- Jumat, 24 April 2026 | 20:55 WIB
Mensos Gus Ipul Resmikan Pelatihan Manajemen untuk Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Rakyat

Kabupaten Bogor, akhir pekan lalu, jadi saksi dimulainya sesuatu yang baru. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul secara resmi membuka Pelatihan Manajemen Pembelajaran. Pesertanya? Kepala sekolah dan guru. Bukan untuk sekolah biasa, tapi untuk Sekolah Rakyat yang rencananya bakal berjalan tahun 2026.

Bayangkan, ada 332 orang yang hadir. Rinciannya, 166 kepala sekolah dan 166 guru. Mereka datang dari berbagai daerah. Tujuan pelatihan ini jelas: menyiapkan sistem pembelajaran yang profesional dan kepemimpinan yang tangguh. Soalnya, Sekolah Rakyat ini beda. Konsepnya unik, makanya perlu persiapan yang nggak asal-asalan.

Di depan para peserta, Gus Ipul memaparkan bagaimana seharusnya proses kerja di Sekolah Rakyat. Menurut dia, teknik pembelajaran harus adaptif. Jangan diseragamkan paksa. Harus berdasarkan kemampuan awal dan kebutuhan masing-masing siswa. Ditambah lagi, harus ada pembelajaran yang mendalam. Nggak cukup cuma di permukaan.

“Setiap orang punya kemampuan sesuai ciptaan Tuhan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026) dalam keterangan tertulis. “Harus berbasis kemampuan dan kebutuhan individu. Makanya kita ada tes DNA Talent. Ajarkan pemahaman, bukan hafalan. Ajarkan mereka menganalisis dan berpikir sendiri.”

Dia juga nggak main-main soal manajemen. Menurut Gus Ipul, keberhasilan itu 50 persennya ditentukan oleh kualitas perencanaan. Jadi, manajemen pembelajaran harus terstruktur dan ditopang perencanaan yang matang. Nggak bisa asal jalan.

Karena itu, setiap Sekolah Rakyat wajib punya rencana pelaksanaan pembelajaran, kurikulum satuan pendidikan, rencana kerja tahunan, rencana kegiatan dan anggaran sekolah, plus instrumen evaluasi yang jelas. Semua harus rapi. Di sisi lain, Gus Ipul juga mengingatkan para kepala sekolah untuk mengelola anggaran secara akuntabel dan transparan. Soal uang, katanya, harus jelas.

“Ingat, setiap uang yang dikeluarkan harus bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ngomong-ngomong soal peran, Gus Ipul punya pandangan yang menarik. Kepala sekolah, menurut dia, adalah pemimpin utama proses belajar selama 24 jam. Bukan cuma di kelas, tapi juga di asrama, dan saat pendidikan karakter. Gurunya sendiri bertugas membentuk pola pikir siswa. Sementara wali asuh mereka yang mendampingi keseharian bertanggung jawab membiasakan perilaku baik. Semua kebijakan, lanjutnya, harus berbasis data.

“Gunakan hasil asesmen siswa, tes DNA Talent, review hasil pembelajaran, dan perhatikan hasil tes kesehatan siswa,” pesannya.

Menjelang akhir sambutannya, Gus Ipul mendorong Sekolah Rakyat untuk terus mengintegrasikan literasi dan kesadaran digital. Caranya? Pakai bahan bacaan mutakhir, modul terbaru, dan media belajar interaktif. Supaya siswa nggak gampang bosan. Namun begitu, dia juga mengingatkan agar kepala sekolah dan guru bijak mengawasi penggunaan internet dan perangkat digital siswa. Jangan sampai lepas kontrol.

“Saya ingatkan tegas, laptop jangan boleh dibawa keluar kelas. Laptop harus ditinggal di kelas, nggak boleh dibawa ke asrama. Dan pastikan internetnya sudah dikunci,” ucapnya.

Langkah disiplin seperti itu, harapannya, bisa menciptakan lingkungan belajar yang aman, fokus, dan produktif. Buat semua siswa Sekolah Rakyat.

Salah satu peserta, Reni Lasmana Sinaga Kepala SRMP 1 Deli Serdang nggak bisa menyembunyikan rasa terima kasihnya. “Terima kasih, Kemensos sudah memberikan kesempatan untuk saya berkarir dan berkembang untuk Indonesia,” tuturnya.

Di akhir acara, Gus Ipul secara simbolis menyematkan tanda peserta kepada dua perwakilan: Kepala SRMP 2 Medan Maragoti dan Guru SRMA 29 Jayapura Nureka. Sebuah seremoni kecil yang punya arti besar.

Acara itu sendiri dihadiri oleh sejumlah pejabat. Ada Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Dirjen Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, Pelaksana Tugas Inspektur Jenderal Kemensos Dody Sukmono, plus jajaran staf khusus dan tenaga ahli Menteri Sosial. Juga para pejabat pimpinan tinggi pratama.

Nggak cuma itu. Dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, hadir Joko Purnama dari Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, Prayoga Rendra dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, serta Kepala Sekolah SMA Labs School Kebayoran, Suparno. Ramai, tapi tetap khidmat.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar