Banjir 5,5 Meter Rendam Perumahan di Tangerang, 13 Ribu Jiwa Terdampak

- Senin, 09 Maret 2026 | 17:35 WIB
Banjir 5,5 Meter Rendam Perumahan di Tangerang, 13 Ribu Jiwa Terdampak

Banjir kembali melanda Kota Tangerang, dan kali ini Kecamatan Periuk jadi yang paling menderita. Menurut laporan terbaru dari BPBD setempat, kondisi di sejumlah perumahan benar-benar mengkhawatirkan. Yang paling parah? Perumahan Periuk Damai. Air di sana dilaporkan mencapai ketinggian yang sulit dibayangkan: 5,5 meter.

Mahdiar, seorang kalak BPBD Kota Tangerang, membeberkan datanya. Catatan hingga Senin siang (9/3/2026) menunjukkan ada 22 titik banjir dan genangan yang tersebar di Periuk. Wilayah yang terendam mencakup tiga kelurahan: Periuk, Gembor, dan Gebang Raya.

“Sebagian wilayah lainnya seperti Perumahan Purati dan sebagian Villa Tangerang Indah masih dalam status 'genangan' dengan ketinggian air antara 20 cm hingga 55 cm,” ucapnya.

Di sisi lain, ketinggian air di beberapa titik lain juga tak kalah seram. Villa Mutiara Pluit dan Perumahan Total Persada Raya, misalnya, masing-masing terendam hingga 3 meter. Bayangkan saja, rumah-rumah yang tenggelam hampir setinggi atap.

Dampaknya terhadap warga sungguh masif. Lebih dari tiga belas ribu jiwa terdampak, dari balita hingga orang tua. Mereka yang paling rentan jelas jadi perhatian utama.

“Total warga yang terdampak mencapai 13.718 jiwa dari 4.481 Kepala Keluarga (KK). Dari total populasi terdampak tersebut, tercatat 625 jiwa lanjut usia (lansia), 5.796 dewasa, 1.785 remaja/anak-anak, dan 365 balita,” jelas Mahdiar.

Upaya evakuasi pun digenjot. Hingga saat ini, lebih dari separuh korban telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Mereka tersebar di berbagai lokasi pengungsian darurat.

“Beberapa lokasi pengungsian utama meliputi GOR dan SDN Total Persada Raya yang menampung 1.440 pengungsi. Kemudian, Masjid Al-Mujahidin menampung 1.103 pengungsi. Sedangkan Masjid Al-Jihad menampung 860 pengungsi,” tambahnya.

Jadi, selain balai warga dan posyandu, fasilitas umum seperti masjid dan gedung olahraga pun berubah fungsi menjadi tempat bertahan sementara bagi ribuan warga yang kehilangan rumahnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar