Netanyahu Tuding Hizbullah Gagalkan Proses Damai Israel-Lebanon, IDF Serang Markas di Lebanon Selatan

- Sabtu, 25 April 2026 | 00:40 WIB
Netanyahu Tuding Hizbullah Gagalkan Proses Damai Israel-Lebanon, IDF Serang Markas di Lebanon Selatan
Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa yang lebih manusiawi, sesuai dengan instruksi yang diberikan:

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melontarkan tuduhan keras. Ia mengatakan Hizbullah sedang berusaha menggagalkan proses damai yang tengah dirintis dengan Lebanon. Menurutnya, langkah menuju kesepakatan bersejarah itu sebenarnya sudah mulai berjalan.

"Kami sudah memulai proses untuk mencapai perdamaian bersejarah antara Israel dan Lebanon," ujar Netanyahu dalam pernyataan pertamanya setelah gencatan senjata dengan Lebanon kembali diperpanjang. "Dan jelas bagi kami, Hizbullah mencoba menyabotase semua ini." Pernyataan itu dilansir AFP pada Jumat, 24 April 2026.

Nah, di saat yang hampir bersamaan, militer Israel ternyata sudah melancarkan serangan ke sebuah desa di Lebanon selatan. Sasaran mereka? Markas Hizbullah. Serangan ini diklaim sebagai respons atas apa yang disebut sebagai "pelanggaran gencatan senjata". Sebelumnya, warga di komunitas itu sudah diperingatkan untuk mengungsi.

"Beberapa saat lalu, IDF menyerang struktur militer di daerah Deir Aames," kata Netanyahu menjelaskan. "Dari situlah roket diluncurkan ke arah kota Shtula di Israel kemarin." Ia menambahkan, "Struktur itu digunakan oleh organisasi teroris Hizbullah untuk melanjutkan kegiatan teroris mereka terhadap tentara IDF dan Negara Israel."

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, juga angkat bicara. Lewat akun X-nya, ia sudah memperingatkan penduduk Deir Aames untuk segera meninggalkan rumah mereka. "Pindahlah setidaknya 1.000 meter dari area tersebut," imbaunya. "Karena aktivitas teroris Hizbullah, IDF sedang melakukan operasi terarah di sana."

Deir Aames sendiri terletak di utara "Garis Kuning" di Lebanon. Daerah itu semacam zona abu-abu di belakang garis itulah pasukan Israel masih bergerak, meskipun secara resmi ada gencatan senjata. Agak rumit memang.

Di sisi lain, Netanyahu juga sempat menyinggung soal Iran. Katanya, ia baru saja berbincang dengan Presiden AS Donald Trump. "Percakapan yang sangat baik," sebutnya, tanpa mau merinci kapan tepatnya obrolan itu terjadi. "Dia memberikan tekanan yang sangat kuat pada Iran, baik secara ekonomi maupun militer. Kami bekerja sama sepenuhnya," pungkasnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar