Mamdani Mengangkat Sumpah dengan Dua Alquran Bersejarah di Balai Kota Tua

- Jumat, 02 Januari 2026 | 03:15 WIB
Mamdani Mengangkat Sumpah dengan Dua Alquran Bersejarah di Balai Kota Tua

NEW YORK Zohran Mamdani resmi memulai tugasnya sebagai Wali Kota New York tepat di pergantian tahun, Kamis (1/1/2026) dini hari. Pelantikannya langsung mencuri perhatian. Bagaimana tidak, pria 34 tahun ini tercatat sebagai wali kota pertama beragama Islam dalam sejarah kota yang dikenal sebagai melting pot itu.

Yang bikin momen ini makin bermakna, sumpah jabatannya diambil dengan menggunakan Alquran. Bukan cuma satu, tapi dua mushaf. Salah satunya adalah peninggalan kakeknya dari India. Mamdani memegangnya erat simbol keimanan yang juga jadi warisan keluarga penuh kenangan.

Menurut sejumlah saksi, ada Alquran lain yang dipakai dalam prosesi itu. Mushaf tersebut dulunya milik Arturo Schomburg, seorang penulis dan sejarawan kulit hitam terkemuka.

“Ini tentang menghormati akar dan perjalanan,” ujar seorang staf dekat Mamdani.

Alquran Schomburg sendiri merupakan koleksi Perpustakaan Umum New York, yang dipinjamkan khusus untuk acara bersejarah ini.

Acara yang digelar terbatas itu dipimpin langsung oleh Jaksa Agung New York, Letitia James. Hanya keluarga inti yang hadir. Rencananya, masih ada seremoni publik yang lebih besar pada Kamis sore, dengan Senator Bernie Sanders yang akan memimpin.

Lokasi pelantikannya pun tak biasa. Mamdani memilih Old City Hall, stasiun kereta bawah tanah tua yang sudah lama mangkrak. Tempat itu dibangun tahun 1904 dan ditutup sejak 1945. Jarang sekali acara resmi digelar di sana. Pilihannya ini seolah memberi sinyal: dia ingin memulai sesuatu dari tempat yang terabaikan.

Di sisi lain, jalan Mamdani ke balai kota tidak mudah. Dia berhasil memenangkan pemilihan pada 4 November 2025 lalu, setelah mengalahkan dua nama besar: mantan Gubernur Andrew Cuomo dan kandidat dari Partai Republik, Curtis Sliwa.

Lahir di Uganda dari orang tua imigran India, perjalanan hidupnya sendiri mencerminkan keragaman. Kini, dengan Alquran kakeknya di tangan dan di sebuah stasiun tua, dia bukan cuma membuka tahun baru. Mamdani membuka babak baru bagi New York di mana identitas, warisan, dan inklusi ditaruh tepat di pusat kekuasaan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar