Acara yang digelar terbatas itu dipimpin langsung oleh Jaksa Agung New York, Letitia James. Hanya keluarga inti yang hadir. Rencananya, masih ada seremoni publik yang lebih besar pada Kamis sore, dengan Senator Bernie Sanders yang akan memimpin.
Lokasi pelantikannya pun tak biasa. Mamdani memilih Old City Hall, stasiun kereta bawah tanah tua yang sudah lama mangkrak. Tempat itu dibangun tahun 1904 dan ditutup sejak 1945. Jarang sekali acara resmi digelar di sana. Pilihannya ini seolah memberi sinyal: dia ingin memulai sesuatu dari tempat yang terabaikan.
Di sisi lain, jalan Mamdani ke balai kota tidak mudah. Dia berhasil memenangkan pemilihan pada 4 November 2025 lalu, setelah mengalahkan dua nama besar: mantan Gubernur Andrew Cuomo dan kandidat dari Partai Republik, Curtis Sliwa.
Lahir di Uganda dari orang tua imigran India, perjalanan hidupnya sendiri mencerminkan keragaman. Kini, dengan Alquran kakeknya di tangan dan di sebuah stasiun tua, dia bukan cuma membuka tahun baru. Mamdani membuka babak baru bagi New York di mana identitas, warisan, dan inklusi ditaruh tepat di pusat kekuasaan.
Artikel Terkait
BTS Resmi Comeback, Rilis Album Baru Usai Lengkapi Wajib Militer
Lonjakan Penumpang Nataru: Angkutan Umum Dibanjiri 15 Juta Orang
Pemerintah Bekukan Tarif Listrik di Awal 2026, Berikan Kepastian bagi Masyarakat
Touring 12 Hari, Komunitas Motor Listrik Buktikan Bukan Cuma Jago Kandang