MURIANETWORK.COM - Sepanjang 2025, misteri hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 masih jadi perbincangan hangat. Yang bikin penasaran, ada ilmuwan yang ngaku udah nemuin titik terang. Katanya, dia tahu persis di mana pesawat itu sekarang.
Nah, kabar terbarunya, pemerintah Malaysia ternyata bakal ngelanjutin operasi pencarian. Mereka udah jadwalkan untuk mulai lagi pada akhir tahun ini, tepatnya tanggal 30 Desember 2025. Harapannya sih, spekulasi panjang lebar selama ini bisa diputus. Soalnya, udah lebih dari sepuluh tahun pesawat itu hilang begitu aja di tengah penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing.
Rencananya, pencarian dasar laut ini bakal berlangsung selama 55 hari. Kementerian Transportasi Malaysia kerja sama dengan perusahaan eksplorasi maritim Ocean Infinity dengan skema yang unik: bayar kalau ketemu. Kontrak 'no find, no fee' itu artinya pemerintah cuma perlu merogoh kocek sekitar 1,1 triliun rupiah kalau bangkai pesawat berhasil ditemukan dan diverifikasi. Ocean Infinity sendiri rencananya bakal menyisir area baru yang luasnya mencapai 15.000 kilometer persegi di Samudra Hindia. Sampai saat ini, mereka masih tutup mulut soal detail teknisnya.
Klaim Sang Ilmuwan
Di sisi lain, muncul klaim dari Vincent Lyne, seorang ilmuwan asal Australia. Dia dengan yakin bilang kalau misteri MH370 udah terpecahkan berkat sains.
Lyne, yang merupakan peneliti di University of Tasmania, meyakini pesawat itu tenggelam di perairan Samudra Hindia. Tepatnya di sebuah lubang sedalam sekitar 20.000 kaki di area Broken Ridge. Tempat itu, katanya, adalah dataran besar di dasar laut yang terpencil dan terjal.
Dalam unggahan di LinkedIn, Lyne berpendapat pilot MH370, Zaharie Ahmad Shah, sengaja menerbangkan pesawat ke lokasi itu. Menurutnya, lanskap wilayah tersebut "sempurna" untuk menyembunyikan pesawat dari pelacakan.
Dia nggak setuju dengan teori kehabisan bahan bakar. Lyne justru nyebut insiden ini lebih berkaitan dengan kesalahan kalkulasi dan kontrol pesawat. Klaim lokasinya itu didapat dari persimpangan garis bujur Bandara Penang dengan jalur dari simulator pilot sebuah rute yang dulu dianggap nggak relevan oleh penyelidik lain.
Artikel Terkait
Prabowo Jelaskan Alasan Tak Tetapkan Bencana Nasional untuk Aceh dan Sumatera
Sayap Pesawat Terbang Terbawa Angin Puting Beliung, Kemenhub: Itu Sudah Bukan Aset Negara
Antrean Panjang di Ragunan, Liburan Murah yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Roy Kiyoshi Diperlihatkan Mimpi Buruk: Air Raksasa Ancam 2026