Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat yang Tak Berdasar Data

- Sabtu, 11 April 2026 | 12:15 WIB
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat yang Tak Berdasar Data

Jakarta, Jumat siang – Di kompleks Istana Kepresidenan, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya berbicara kepada para wartawan. Intinya, pemerintah tetap membuka pintu untuk kritik. Tapi ada satu catatan penting: semua masukan itu haruslah berlandaskan data dan fakta yang jelas.

Menurut Teddy, ada fenomena yang cukup mengganggu belakangan ini. Dia menyebutnya "inflasi pengamat".

"Sekarang ini kan banyak sekali pengamat," ujarnya.

"Ada pengamat keras, tapi latar belakang keahliannya sebenarnya bukan di situ."

Dia mengeluhkan, opini-opini yang beredar seringkali tak punya dasar fakta yang kuat. Bahkan, data yang dipakai pun kadang keliru. Situasi ini berpotensi menyesatkan publik. Namun begitu, Teddy dengan tegas menyatakan hal itu tak menggoyahkan kepercayaan masyarakat.

Dia menyodorkan angka. Faktanya, lebih dari 96 juta warga memilih percaya kepada kepemimpinan Prabowo. "Itu bukti nyata. Bukan asumsi belaka," tegasnya.

Di sisi lain, Seskab ini mengakui bahwa perbedaan pandangan adalah hal yang lumrah dalam demokrasi. Ruang kritik, katanya, tak pernah ditutup. Asalkan disampaikan dengan cara yang konstruktif.

"Silakan beri kritik," kata Teddy.

"Tapi jangan sampai pernyataan yang keluar justru menciptakan kecemasan, membuat orang resah. Padahal, semuanya stabil. Semuanya terkendali."

Di penghujung pernyataannya, dia mengajak semua pihak, termasuk insan pers, untuk menjaga optimisme. Membangun narasi positif untuk masa depan bangsa jauh lebih penting.

Pemerintah sendiri berkomitmen untuk terus memperbaiki kinerja. Kritik dan masukan dari masyarakat tetap dibutuhkan.

"Jangan sampai kita malah mengajak orang untuk punya harapan buruk terhadap negeri ini. Tentu kami belum sempurna. Kritik kami terima. Lalu, secepat mungkin kami perbaiki," pungkas Teddy.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar