Dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Kamis lalu, Presiden Donald Trump membuat pernyataan mengejutkan. Ia menyebut kelompok Hamas bersedia menyerahkan persenjataan mereka. Ini bagian dari kesepakatan gencatan senjata di Gaza yang masih terasa rapuh.
Kalau benar Hamas mau melucuti senjata, tentu ini langkah besar. Tapi, ya, kita lihat saja. Sampai berita ini diturunkan, Hamas sendiri belum mengonfirmasi apa-apa soal rencana perlucutan itu.
"Banyak orang bilang mereka takkan pernah lakukan ini. Tapi sepertinya, mereka akan melucuti senjata," kata Trump di hadapan para anggota kabinet.
Ucapannya itu dilaporkan oleh AFP, Jumat (30/1/2026).
Di sisi lain, Trump justru memuji kerja sama dengan kelompok yang oleh AS sendiri digolongkan sebagai teroris itu. Pujiannya terkait pengembalian jenazah Ran Gvilli, sandera terakhir Israel yang tewas di Gaza.
"Mereka membantu kita mengembalikan jenazah-jenazah itu. Keluarga sandera sangat berterima kasih," ujarnya.
Dalam rapat itu, Trump meminta laporan langsung dari utusan khususnya untuk Timur Tengah, Steve Witkoff. Witkoff duduk di samping ruang rapat, sementara anggota kabinet dan awak media menyimak perkembangan terbaru situasi yang rumit ini.
Artikel Terkait
BMKG Catat 1.176 Gempa Susulan Pasca-Gempa M 6,7 di Sulteng, 2.335 Rumah Rusak
ASDP Kembangkan Pelabuhan Tanjung Uban di Bintan untuk Perkuat Konektivitas dan Gerbang Maritim Kepri
Gibran Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum Roy Suryo dan Dr Tifa
Kebakaran Hebat Landa Pabrik Karet di Tangerang, 16 Mobil Damkar Dikerahkan