Dalam wawancara yang ditayangkan Fox Business, Rabu (15/4), Donald Trump menyampaikan pandangannya yang cukup optimis mengenai konflik dengan Iran. Menurut Presiden AS itu, perang sudah di ambang akhir. "Kami telah mengalahkan mereka secara militer, sepenuhnya," tegas Trump kepada program "Mornings with Maria".
Wawancara yang direkam sebelumnya itu mengungkap keyakinannya. "Saya pikir ini hampir berakhir, saya melihatnya sebagai sesuatu yang hampir berakhir," lanjutnya. Trump bahkan berpendapat, jika pasukan AS ditarik sekarang, Iran akan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk bangkit kembali. "Kami belum selesai," tambahnya, memberi isyarat bahwa tekanan masih akan berlanjut.
Di sisi lain, komentarnya ini muncul saat ada secercah harapan di pasar. Banyak yang mulai percaya bahwa solusi diplomatik masih mungkin digapai, meskipun perundingan damai akhir pekan lalu mentok. Kabar dari Associated Press, misalnya, menyebut AS dan Iran konon sudah sepakat pada prinsipnya untuk memperpanjang gencatan senjata yang rentan itu. Tujuannya jelas: memberi ruang lebih luas bagi diplomasi.
Tapi, jangan buru-buru berasumsi. Seorang pejabat senior AS yang enggan disebut namanya memberi penjelasan berbeda kepada CNBC. Katanya, Washington belum secara resmi menyetujui perpanjangan gencatan senjata. "Ada dialog yang terus berlanjut antara AS dan Iran untuk mencapai kesepakatan," ujar pejabat itu, membuka ruang untuk tafsir.
Lalu, bagaimana kelanjutannya? Beberapa media melaporkan negosiasi bisa segera dimulai lagi sebelum gencatan senjata berakhir minggu depan. Seorang sumber di Gedung Putih mengonfirmasi pada Selasa (14/4) bahwa putaran kedua pembicaraan sedang dibahas, meski jadwal pastinya belum ada. Trump sendiri kemudian memberi petunjuk lain. Kepada New York Post, ia menyebut pembicaraan baru di Islamabad "mungkin akan berlangsung dalam dua hari ke depan."
Dalam wawancara yang sama, Trump juga menyentuh soal pasar. Ia cenderung meremehkan gejolak global yang dipicu perang ini. Menurutnya, harga minyak yang melonjak tinggi bakal segera turun. Ia pun kembali membenarkan operasi militer AS, dengan alasan klasik: mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
Dan ada prediksi yang khas Trump. Ia yakin sekali bahwa begitu perang benar-benar usai, pasar saham akan melonjak. "Saat ini bursa saham sudah booming," katanya, penuh keyakinan. Seolah, semua ini hanyalah gangguan sesaat dalam catatan kinerja ekonominya.
Artikel Terkait
ITB Angkat Bicara Soal Kontroversi Lagu Erika yang Viral, Janji Perkuat Budaya Etika Kampus
UI Bekukan Sementara 16 Mahasiswa Hukum Terkait Dugaan Pelecehan Seksual
Kopassus di Usia 74 Tahun Hadapi Tantangan Perang Hibrida dan Operasi Multidomain
Pengadilan Militer Terima Berkas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS