Dalam sebuah acara di Universitas Muhammadiyah Tangerang, Chairul Tanjung punya pesan tegas. Founder CT Corp itu menekankan, Muhammadiyah harus serius mengadopsi teknologi di semua lini pendidikannya. Tanpa itu, peningkatan kualitas bakal sulit diraih.
Hal ini ia sampaikan saat berbicara dalam Pengkajian Ramadan, Kamis lalu. Bersama Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, CT membawakan materi seputar pengembangan ekonomi umat. Namun, pidatonya lebih banyak menyentuh soal urgensi transformasi digital.
"Kuncinya ya Bapak-Ibu, kualitas," ujarnya di hadapan para hadirin.
Ia melanjutkan, "Kuantitas perlu, sarana yang bagus juga perlu. Tapi teknologi masa depan dengan nilai saat ini itu yang paling krusial."
Menurut CT, Muhammadiyah seharusnya bisa jadi pelopor dalam hal ini. Penerapannya pun, katanya, bisa dimulai dari level paling dasar.
"Mulailah dari sekolah dasar. Ini masa depannya. Kalau kita tidak menjemput masa depan, ya kita akan tertinggal," tegasnya.
Ia lalu memberi contoh nyata dari perusahaannya sendiri. Allo Bank, bank digital milik CT Corp, disebutnya hanya dioperasikan oleh sekitar 300 karyawan. Tapi, nasabahnya mencapai 14,5 juta orang. Efisiensi dan skala itu, menurutnya, buah dari pemanfaatan teknologi.
"Teknologi enggak bisa dilawan," jelas CT.
Pesan penutupnya jelas. "Jadi tolong, jangan mengesampingkan teknologi kalau mau maju. Muhammadiyah harus berada di depan dalam hal ini. Biar bisa menang dalam persaingan nantinya."
Artikel Terkait
Ibas Soroti Potensi Ekonomi dan Tantangan Industri Kreatif di Forum Museum Nasional
Empat Kandidat Juara Liga Champions 2026 Siap Bertarung di Babak Semifinal
Wamen Dalam Negeri: Program Strategis Nasional Harus Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Mendagri Beri Tenggat Satu Pekan untuk Pendataan Huntap Korban Bencana Sumatera