Macron Perintahkan Perluasan Arsenal Nuklir Prancis, Rusia Bereaksi Keras

- Jumat, 24 April 2026 | 21:15 WIB
Macron Perintahkan Perluasan Arsenal Nuklir Prancis, Rusia Bereaksi Keras
Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa yang lebih manusiawi, natural, dan sesuai dengan instruksi yang diberikan:

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, baru-baru ini mengumumkan rencana negaranya untuk memperbanyak jumlah hulu ledak nuklir. Langkah ini sontak memicu reaksi keras dari Rusia.

Pengumuman itu disampaikan Macron saat berkunjung ke pangkalan militer L’Ile Longue. Di sanalah kapal selam nuklir Prancis bersandar. Suasana di sana pasti tegang, ya.

Prancis, seperti diketahui, adalah satu-satunya negara di Uni Eropa yang punya senjata nuklir. Menurut Macron, pembaruan arsenal nuklir ini menjadi krusial. Apalagi, situasi geopolitik global saat ini sedang tidak menentu, penuh gejolak dan risiko.

“Pembaruan arsenal kami adalah hal yang penting,” ujar Macron. “Saat ini kita berada dalam situasi geopolitik yang penuh gejolak dan risiko.”

“Itulah sebabnya saya memerintahkan penambahan jumlah hulu ledak nuklir dalam arsenal kami,” tegasnya lagi.

Pernyataan yang cukup keras juga keluar dari mulutnya. “Siapa pun yang ingin bebas harus ditakuti. Siapa pun yang ingin ditakuti harus kuat,” katanya. Sebuah pernyataan yang terasa seperti peringatan bagi negara-negara lain.

Di sisi lain, Macron juga sempat menyinggung soal kemungkinan mengizinkan negara-negara mitra Eropa untuk menampung pesawat-pesawat tempur Prancis yang mampu membawa senjata nuklir. Ide ini muncul setelah pengumuman soal perluasan senjata nuklir itu sendiri. Agak berani juga, menurut saya.

Macron menyebutkan, pemerintahnya saat ini tengah membahas pengaturan tersebut dengan sejumlah negara. Beberapa di antaranya adalah Inggris, Jerman, Polandia, Belanda, Belgia, Yunani, Swedia, dan Denmark. Jadi, ini bukan sekadar wacana, tetapi sudah masuk ke tahap diskusi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar