Presiden Prancis, Emmanuel Macron, baru-baru ini mengumumkan rencana negaranya untuk memperbanyak jumlah hulu ledak nuklir. Langkah ini sontak memicu reaksi keras dari Rusia.
Pengumuman itu disampaikan Macron saat berkunjung ke pangkalan militer L’Ile Longue. Di sanalah kapal selam nuklir Prancis bersandar. Suasana di sana pasti tegang, ya.
Prancis, seperti diketahui, adalah satu-satunya negara di Uni Eropa yang punya senjata nuklir. Menurut Macron, pembaruan arsenal nuklir ini menjadi krusial. Apalagi, situasi geopolitik global saat ini sedang tidak menentu, penuh gejolak dan risiko.
“Pembaruan arsenal kami adalah hal yang penting,” ujar Macron. “Saat ini kita berada dalam situasi geopolitik yang penuh gejolak dan risiko.”
“Itulah sebabnya saya memerintahkan penambahan jumlah hulu ledak nuklir dalam arsenal kami,” tegasnya lagi.
Pernyataan yang cukup keras juga keluar dari mulutnya. “Siapa pun yang ingin bebas harus ditakuti. Siapa pun yang ingin ditakuti harus kuat,” katanya. Sebuah pernyataan yang terasa seperti peringatan bagi negara-negara lain.
Di sisi lain, Macron juga sempat menyinggung soal kemungkinan mengizinkan negara-negara mitra Eropa untuk menampung pesawat-pesawat tempur Prancis yang mampu membawa senjata nuklir. Ide ini muncul setelah pengumuman soal perluasan senjata nuklir itu sendiri. Agak berani juga, menurut saya.
Macron menyebutkan, pemerintahnya saat ini tengah membahas pengaturan tersebut dengan sejumlah negara. Beberapa di antaranya adalah Inggris, Jerman, Polandia, Belanda, Belgia, Yunani, Swedia, dan Denmark. Jadi, ini bukan sekadar wacana, tetapi sudah masuk ke tahap diskusi.
Artikel Terkait
Jakarta Raih Penghargaan Nasional Berkat Sistem Mobilitas Terpadu
KPK Konfirmasi Tersangka Baru Korupsi Kuota Haji Asrul Azis Taba Sudah Kembali ke Indonesia
Golkar Minta Kadernya Peka terhadap Aspirasi Rakyat di Tengah Gelombang Unjuk Rasa di Kaltim
Arema FC Tahan Imbang Persib Bandung, Jadi Satu-satunya Tim yang Curi Poin di Kandang Maung Bandung Musim Ini