Militer Israel Keluarkan Peringatan Evakuasi Mendesak bagi Warga Lebanon Selatan di Tengah Gencatan Senjata

- Jumat, 24 April 2026 | 21:20 WIB
Militer Israel Keluarkan Peringatan Evakuasi Mendesak bagi Warga Lebanon Selatan di Tengah Gencatan Senjata

Militer Israel tiba-tiba mengeluarkan peringatan darurat. Isinya? Menyuruh warga di Lebanon selatan untuk buru-buru mengungsi. Ini pertama kalinya peringatan semacam itu muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, memperpanjang masa gencatan senjata selama tiga pekan.

Menurut laporan yang dikutip dari AFP, peringatan ini disampaikan pada Jumat, 24 April 2026. Sasaran utamanya adalah penduduk Desa Deir Aames. Sebuah desa yang letaknya persis di utara garis kuning di Lebanon.

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, yang menyebarkan peringatan itu. Dia pakai platform X media sosial yang dulu dikenal sebagai Twitter. Isinya tegas, bahkan cenderung mendesak.

"Peringatan mendesak kepada penduduk daerah Deir Aames," tulisnya dalam bahasa Arab. "Karena aktivitas teroris Hizbullah, IDF sedang melakukan operasi terarah di daerah tersebut."

Kalimatnya langsung ke inti. "Demi keselamatan Anda, kami mendesak Anda untuk segera mengungsi dari rumah Anda dan pindah setidaknya 1.000 meter di luar daerah tersebut," lanjutnya.

Nah, soal garis kuning ini agak menarik. Di selatan garis itu, pasukan Israel ternyata masih melakukan operasi. Padahal, di saat yang sama, kesepakatan gencatan senjata sedang berlangsung. Ironis, ya?

Sebelum semua ini terjadi, Trump sudah lebih dulu mengumumkan perpanjangan gencatan senjata Israel-Lebanon. Durasi tambahannya tiga minggu. Pengumuman itu keluar setelah pertemuan di Gedung Putih.

Pertemuan itu dihadiri oleh deretan nama besar. Ada Wakil Presiden AS, JD Vance; Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio; Duta Besar Lebanon untuk AS, Nada Hamadeh Moawad; Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter; Duta Besar AS untuk Lebanon, Michel Issa; dan Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee. Rapat yang cukup ramai.

Trump sendiri menyebut pertemuan itu berjalan "sangat baik". Katanya, "Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Lebanon untuk membantu negara itu melindungi dirinya dari Hizbullah."

Dia juga menambahkan dengan nada yang agak berlebihan bahwa menjadi bagian dari "pertemuan yang sangat bersejarah" ini adalah suatu "kehormatan besar". Ya, begitulah Trump.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar