JAKARTA Untuk pertama kalinya, Saut Situmorang, mantan pimpinan KPK periode 2015-2019, angkat bicara soal polemik ijazah Presiden Joko Widodo. Dalam acara "Rakyat Bersuara" di iNews TV, Selasa (16/12/2025), Saut menegaskan bahwa dorongannya hanya satu: integritas nasional.
"Di sini pertama kali hadir, saya tertarik mengikuti ini karena ini integritas nasional," ucapnya.
Ia terlihat serius. Menurut Saut, persoalan ini bukan lagi sekadar urusan dokumen, tapi sudah menyentuh masalah integritas negara secara lebih luas. Debat yang berlarut-larut ini, baginya, justru memunculkan sederet tanda tanya yang mengganggu.
"Saya membayangkan ini yang memiliki ijazahnya dulu gimana sekolahnya," jelas Saut, sambil mengungkapkan kebingungannya. "Karena kan pasti teman seangkatan kita refleks mengenal."
Pernyataannya langsung memantik diskusi yang cukup panas di antara para narasumber yang hadir. Saut juga menyoroti apa yang ia sebut sebagai "digital divide" atau kesenjangan digital, yang menurutnya menjadi babak baru dari kasus ini.
Di sisi lain, Roy Suryo hadir dan turut memanaskan debat. Suasana studio pun semakin hidup dengan kehadiran narasumber lain seperti Reza Indragi dan Andi Azwan. Mereka semua mencoba mengurai benang kusut soal keaslian ijazah Jokowi itu.
Pertukaran argumen berlangsung sengit. Namun begitu, satu hal yang jelas: polemik ini telah meluas jauh melampaui sekadar selembar kertas, menyentuh hal-hal mendasar tentang transparansi dan kepercayaan publik.
Artikel Terkait
UGM Digugat ke PTUN soal Ijazah Jokowi, Kelompok Bonjowi Tuding Kampus Jadi Tameng
Hutama Karya Gandeng Kejaksaan Agung Percepat Pembebasan Lahan Tiga Ruas Tol Trans Sumatera
Tim Kuasa Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa Ajukan Sengketa ke KIP Soal 709 Dokumen Sitaan Polda Metro Jaya
Jakarta Gelar Car Free Day di Rasuna Said Minggu Ini, Dishub Siapkan 3.687 Ruang Parkir