PSBS Biak Kalah Telak 0-5 dari Dewa United, Pelatih Mihail Jaga Profesionalisme di Tengah Krisis Finansial

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:00 WIB
PSBS Biak Kalah Telak 0-5 dari Dewa United, Pelatih Mihail Jaga Profesionalisme di Tengah Krisis Finansial

Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, berusaha menjaga sikap profesional di tengah krisis yang melanda timnya. Arsitek asal Rumania itu menyadari bahwa kondisi internal klub sedang terganggu akibat persoalan finansial yang belum terselesaikan.

Kekalahan telak 0-5 dari Dewa United pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 menjadi bukti nyata betapa beratnya situasi yang dihadapi skuad berjuluk Badai Pasifik tersebut. Laga yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (8/5/2026) malam WIB, berlangsung pincang sejak awal.

Empat gol bersarang di gawang PSBS pada babak pertama dan awal babak kedua. Alex Martin menjadi momok dengan mencetak tiga gol, masing-masing pada menit ke-4, menit ke-56 melalui titik putih, dan menit ke-90 2 juga lewat penalti. Dua gol lainnya disumbangkan Taisei Marukawa pada menit ke-51 serta gol bunuh diri Nurhidayat di masa injury time.

Kekalahan ini bukan sekadar angka di papan skor. Ia menjadi cerminan dari krisis yang telah lama menggerogoti tim dari Papua tersebut. Penunggakan gaji pemain menjadi akar masalah yang membuat performa tim anjlok dan pada akhirnya memastikan degradasi PSBS ke kasta kedua musim depan.

Di tengah tekanan itu, Mihail tetap berusaha menjalankan perannya sebagai pelatih tanpa kehilangan kendali. Ia memahami bahwa persoalan di luar lapangan sering kali lebih berat daripada taktik di dalamnya. Namun, ia menegaskan bahwa tim harus tetap bertanggung jawab atas hasil yang diraih.

Sementara itu, pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, memberikan apresiasi terhadap sikap sportivitas yang ditunjukkan pemain PSBS meski dalam tekanan. Ia menilai bahwa mentalitas seperti itu patut dihormati di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi lawannya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar