Kondisi psikis pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta masih menjadi perhatian utama. Polisi mengaku belum bisa memeriksanya secara mendalam. Mereka masih menunggu korban benar-benar pulih.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi hal ini kepada wartawan pada hari Senin.
"Betul, saat ini ABH (anak berkonflik dengan hukum) berada di rumah aman. Untuk pemeriksaan, kami masih menunggu Bapas," ujarnya.
Budi berharap proses pemeriksaan baru bisa dimulai pekan depan. Tentu saja, semuanya tergantung pada pemulihan mental sang remaja.
"Semoga minggu depan ini sudah bisa dan kondisi psikis ABH sudah benar-benar pulih," tambahnya.
Peristiwa mengerikan itu sendiri terjadi pada Jumat lalu, tepatnya saat khotbah salat Jumat sedang berlangsung. Akibatnya, 96 orang menjadi korban.
Dari hasil penyelidikan sementara, terungkap bahwa pelaku dikenal sebagai sosok yang pendiam. Karakter ini bahkan telah melekat padanya sejak kecil.
Kombes Budi Hermanto menegaskan hal itu saat dihubungi terpisah.
"ABH sosok pendiam," katanya.
Namun begitu, ada perubahan perilaku yang cukup mencolok. Beberapa bulan terakhir, remaja itu justru semakin menyendiri dan asyik dengan kegiatannya sendiri.
"Dari kecil memang pendiam, tapi beberapa bulan belakangan semakin penyendiri dan menyibukkan diri sendiri dengan kegiatan," jelas Budi.
Lantas, apakah ada kemungkinan ia pernah mengalami perundungan? Soal ini, polisi masih belum bisa memastikan. Semuanya masih dugaan.
"Kalau trauma itu perlu dinilai dan dikaji dari ABH," pungkasnya.
Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa ayah pelaku sebanyak dua kali. Mereka juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah teman sekolahnya.
Artikel Terkait
PDI-P Balik Serang Demokrat: Kritik Tak Harus Konstruktif, AHY Dinilai Beri Insinuasi
Menteri Hukum Paparkan Program Posbankum Desa di Forum Hukum Internasional Rusia
Lonjakan Harga Pertamax Dorong Anak Muda Jakarta Beralih ke Transportasi Umum demi Hemat Biaya
Ledakan Keras di Prambanan Bikin Warga Panik, Ternyata Kembang Api untuk Acara Prewedding