Kisah Pilu Rizki, dari Lapangan Bola ke Pusaran Scam di Kamboja
Minggu, 23 November 2025
[Foto: Rizki Nur Fadhilah saat tiba di Bandung]
Tangis haru pecah di Mapolresta Bandung, Minggu (23/11/2025). Rizki Nur Fadhilah (18), kiper muda yang baru saja dipulangkan dari Kamboja, akhirnya bisa memeluk erat keluarganya setelah berbulan-bulan terpisah. Hanya satu kata yang bisa dia ucapkan: "Senang."
Perjalanan panjang remaja asal Dayeuhkolot ini berawal dari mimpi indah bermain bola yang berubah menjadi mimpi buruk di negeri orang.
Rizki, jebolan Diklat Persib Bandung, menjadi sorotan setelah kisahnya viral sebagai korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Di Kamboja, dia dipaksa bekerja sebagai scammer penipu yang memanfaatkan platform percintaan untuk mengelabui korbannya.
Menurut Iptu Opi Taufik, Kasi Humas Polresta Bandung, proses pemulangan Rizki melibatkan koordinasi yang cukup rumit. "Kami bersama BP3MI berangkat ke Jakarta pada Sabtu (22/11) untuk menyambutnya di Bandara Soekarno Hatta," jelasnya kepada awak media.
Rizki didampingi tim Kemenlu dan KBRI Kamboja. Begitu tiba di Bandung, dia langsung menjalani pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan mendalam oleh penyidik terkait kasus ini.
"Setelah diserahkan kepada keluarga, Rizki akan dititipkan sementara ke Dinas Sosial Kabupaten Bandung untuk mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang diperlukan," tambah Opi.
Mimpi Bola yang Ternyata Palsu
Semua berawal dari tawaran yang menggiurkan. Sebuah grup Facebook menawarkan kontrak bermain sepak bola di Medan selama satu tahun. Bagi Rizki yang bercita-cita menjadi pesepakbola profesional, ini seperti mimpi yang jadi kenyataan.
Tapi kenyataannya? Sangat pahit.
Alih-alih dibawa ke Medan, Rizki justru dibawa ke Jakarta, lalu Malaysia, dan akhirnya sampai di Kamboja. Ayahnya, Dedi Solehudin (42), masih ingat betul bagaimana putranya sempat diiming-imingi hadiah iPhone selama perjalanan.
"Anak saya bilang ada kontrak main bola di Medan selama satu tahun. Lalu dijemput pakai travel, terus dibawa ke Jakarta. Tapi di Jakarta, bukannya ke Medan, malah ke Malaysia. Dari Malaysia langsung terbang ke Kamboja," kenang Dedi.
Tiga hari setelah keberangkatannya pada 26 Oktober 2025, Rizki baru bisa menghubungi ayahnya. Kabar yang dia sampaikan membuat hati Dedi hancur.
"Anak kasih kabar lewat chat: 'Pah, Aa dijebak'. Saya tanya 'dijebak gimana?' Dia jawab 'Aa dijebak'," ujar Dedi menirukan percakapan dengan putranya.
Derita di Bawah Ancaman
Kehidupan Rizki di Kamboja jauh dari kata manusiawi. Setiap hari dia dipaksa memenuhi target sebagai penipu online. Jika gagal, hukuman menanti.
Penyiksaan yang dia alami cukup berat mulai dari push up berulang-ulang hingga yang paling melelahkan: memanggul galon air dari lantai 1 sampai lantai 10, bolak-balik.
"Aa tiap hari disiksa, kalau enggak dapat target, dipush up sama manggul galon dari lantai 1 sampai lantai 10," curhat Rizki kepada ayahnya.
Dampak penyiksaan itu terlihat jelas. Tubuhnya yang dulu atletis kini kurus. Rambutnya dipangkas habis. Wajahnya menunjukkan kelelahan yang dalam.
Namun di balik kisah pilu ini, muncul versi lain dari pihak berwenang.
Versi Lain dari Pihak Berwenang
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, punya pandangan berbeda. Menurutnya, Rizki bukan korban TPPO.
"Rizki saat ini sudah ada di Kedutaan Indonesia di Kamboja dan dalam kondisi sehat. Kami melakukan asesmen dan mendapatkan hasil bahwa dia bukan korban TPPO," tegas Hendra.
Informasi ini didapatkan dari KBRI. Hendra menyatakan bahwa Rizki sadar betul akan pekerjaannya sebagai scammer di Kamboja. Dia berbohong kepada orangtuanya tentang seleksi di PSMS Medan.
"Sadar betul bahwa Rizki ini, dia menjadi scammer, nanti di sana jadi scammer," ujar Hendra.
Namun begitu, kehidupan yang keras dan penuh tuntutan membuat Rizki tidak betah. Dia pun membuat video meminta pulang yang kemudian viral di media sosial.
Bupati Bandung Dadang Supriatna juga menyampaikan hal serupa.
"Kami mendapat informasi yang akurat bahwa kondisi Fadhil berada di Kamboja dan bukan dikategorikan TPPO. Tetapi ini betul-betul keinginan pribadinya," kata Dadang.
Meski demikian, Pemkab Bandung tetap akan mengawal kepulangan Rizki. Mereka telah mengirim surat resmi kepada Gubernur Jawa Barat dan menyampaikan kasus ini kepada Komisi IX DPR RI.
Dadang mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati. "Jangan mudah tergiur tawaran bekerja di luar negeri atau ajakan-ajakan yang tidak memiliki kejelasan," pesannya.
Sementara itu, di Mapolresta Bandung, Rizki masih terlihat lemas namun lega. Perjalanan panjangnya mungkin belum selesai masih ada proses pemulihan dan pendampingan yang harus dijalani. Tapi setidaknya, dia sudah kembali ke rumah, ke pelukan keluarga yang sangat merindukannya.
Artikel Terkait
Unhas Tanggapi Laporan Pungli Terhadap Pengusaha Rental Papan Ucapan di Area Kampus
Warga Jemur Gabah di Badan Jalan Bypass Mamminasata, Lalu Lintas Tetap Ramai
Harga Emas Pegadaian Naik, Emas UBS Tembus Rp2,9 Juta per Gram
Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Besi Rel Bekas KAI di Jombang, Oknum Pegawai Terlibat