Menurutnya, pemerintahan saat ini telah mulai terbuka mengakui ketidakberesan proyek yang mengalami pembengkakan anggaran. Anggaran proyek membengkak dari semula 6,07 miliar Dolar AS menjadi sekitar 7,27 miliar Dolar AS. Bunga utang proyek kereta cepat ini diketahui mencapai 3,7 persen sampai 3,8 persen dengan tenor 35 tahun.
Muslim menilai, proyek kereta cepat era Jokowi tersebut kini menciptakan masalah baru di pemerintahan Prabowo, yaitu berupa utang jumbo yang membebani keuangan negara.
"Maka aparat hukum jangan ragu seret Jokowi ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan proyek ambisius yang rugikan negara ratusan triliunan rupiah itu," tegas Muslim.
"Rakyat berada di belakang Prabowo dan Menkeu Purbaya untuk tanpa tedeng aling-aling sikat Jokowi yang bikin proyek amburadul tersebut," pungkasnya.
Artikel Terkait
Prabowo Siapkan Utang Rp700 Triliun: Rakyat yang Menanggung Beban Pajak
Hujan Deras Pagi Ini, Layanan Transjakarta Tersendat dan Alih Rute
Gelombang Pekerja Scam WNI Serbu KBRI Phnom Penh Usai Razia Kamboja
Delapan Negara Muslim Bergabung dengan Dewan Perdamaian Trump, Penandatanganan Digelar di Davos