Pemerintah menyatakan penanganan pasca bencana di tiga provinsi Sumatera kini siap beranjak ke fase berikutnya. Menurut Kementerian PU, tahap rehabilitasi dan rekonstruksi untuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sudah bisa dimulai. Tujuannya jelas: memulihkan kondisi secepat mungkin.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menekankan pentingnya kerja serentak. "Penanganan ini harus segera kita kerjakan bersama-sama dan serentak," ujarnya, Rabu lalu.
Dia menambahkan, "Supaya pemulihan bisa berjalan lebih cepat dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat."
Di lapangan, fokus penanganan ada di beberapa sektor krusial. Untuk masalah Sumber Daya Air, misalnya, upaya difokuskan pada pembenahan bendung yang rusak. Bencana membuat sejumlah sungai melebar dan mendangkal, yang jelas mengancam pasokan air untuk irigasi.
Menyiasati hal itu, solusi sementara telah disiapkan. "Sementara waktu kita akan menggunakan sumur bor untuk mengalirkan air secara temporary bagi kebutuhan masyarakat," jelas Dody.
Namun begitu, langkah permanen juga tak ditunda. Dirjen Sumber Daya Air diperintahkan untuk mempercepat perbaikan bendung, termasuk intake SPAM yang terdampak. Di sisi lain, pengendalian sungai juga digenjot lewat pembangunan sabo dam di hulu dan penguatan tanggul. Ini penting untuk mencegah pelebaran aliran sungai yang bisa membahayakan permukiman warga.
Artikel Terkait
Antrean Hingga 2026, Dendeng Batokok Jaso Mande Ciputat Jadi Buruan
IMF Soroti Fondasi Ekonomi Indonesia: Optimisme Tumbuh di Tengah Tantangan Global
Waspada, Liburan ke Jepang Bisa Jadi Bencana Kalau Salah Pilih Tanggal Ini
Padma Resort Legian Suguhkan Pesta Rasa Imlek dengan Peking Duck hingga Barongsai