Pemerintah menyatakan penanganan pasca bencana di tiga provinsi Sumatera kini siap beranjak ke fase berikutnya. Menurut Kementerian PU, tahap rehabilitasi dan rekonstruksi untuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sudah bisa dimulai. Tujuannya jelas: memulihkan kondisi secepat mungkin.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menekankan pentingnya kerja serentak. "Penanganan ini harus segera kita kerjakan bersama-sama dan serentak," ujarnya, Rabu lalu.
Dia menambahkan, "Supaya pemulihan bisa berjalan lebih cepat dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat."
Di lapangan, fokus penanganan ada di beberapa sektor krusial. Untuk masalah Sumber Daya Air, misalnya, upaya difokuskan pada pembenahan bendung yang rusak. Bencana membuat sejumlah sungai melebar dan mendangkal, yang jelas mengancam pasokan air untuk irigasi.
Menyiasati hal itu, solusi sementara telah disiapkan. "Sementara waktu kita akan menggunakan sumur bor untuk mengalirkan air secara temporary bagi kebutuhan masyarakat," jelas Dody.
Namun begitu, langkah permanen juga tak ditunda. Dirjen Sumber Daya Air diperintahkan untuk mempercepat perbaikan bendung, termasuk intake SPAM yang terdampak. Di sisi lain, pengendalian sungai juga digenjot lewat pembangunan sabo dam di hulu dan penguatan tanggul. Ini penting untuk mencegah pelebaran aliran sungai yang bisa membahayakan permukiman warga.
Tak hanya soal air, sektor Cipta Karya pun tak kalah sibuk. Pembersihan fasilitas umum mulai dari tempat ibadah, sekolah, sampai puskesmas telah dilakukan. Bahkan, pembangunan fasilitas baru juga berjalan. Mereka membangun puskesmas darurat dengan sistem modular, lengkap dengan layanan dasar hingga rawat inap, yang bisa langsung dipakai.
Selain itu, dibangun juga kawasan hunian terpadu untuk pengungsi. Kawasan ini dilengkapi ruang komunal dan area bermain, guna mendukung interaksi sosial warga yang terdampak.
Soal kesiapan tahap rekonstruksi, Kasatgas Penanganan Pascabencana Sumatera, Arie Setiadi Moerwanto, menyatakan semua sudah siap. Menurutnya, Kementerian PU akan mengintegrasikan pemulihan infrastruktur dasar, mulai dari konektivitas jalan, sumber daya air, sampai sarana strategis lainnya.
Metode yang dipakai pun disesuaikan. Dirjen Bina Marga pakai skema "design and build", sementara SDA memakai desain cepat. Untuk Cipta Karya, penanganan disesuaikan kebutuhan di lapangan.
"Seluruh direktorat jenderal telah mengumpulkan data dalam 3 bulan terakhir," kata Arie.
Dia menutup dengan optimisme, "Dan kami akan mengintegrasikan kesiapan kami dalam mencapai "build back better"."
Artikel Terkait
1.723 Jamaah dan Petugas Haji Embarkasi Pondok Gede Tiba di Madinah
Bank Mandiri, BTN hingga LPS Lolos ke 8 Besar IDX Channel Capital Market Padel Competition
Ketimpangan Logistik Nasional Dinilai Jadi Hambatan Utama Program Makan Bergizi Gratis
BCA Juarai Turnamen Padel IDX Channel, Kalahkan Bank Raya Lewat Golden Point