NEW DELHI Di tengah ketegangan militer yang memanas, India memutuskan untuk memberikan izin labuh kepada sebuah kapal perang Iran pada awal Maret lalu. Alasannya, murni kemanusiaan. Namun di hari yang sama, kejadian lain yang jauh lebih dramatis terjadi di perairan dekat Sri Lanka: kapal perang Iran lainnya, IRIS Dena, ditembak dan ditenggelamkan oleh kapal selam Amerika Serikat.
Menlu India, Subrahmanyam Jaishankar, menjelaskan keputusan itu. Kapal bernama IRIS Lavan diizinkan berlabuh setelah permintaan mendesak dari pemerintah Iran.
“Kami melihatnya dari sudut pandang kemanusiaan, terlepas dari segala kompleksitas hukum yang ada. Menurut kami, ini adalah tindakan yang tepat,” ujar Jaishankar.
Menurutnya, Lavan beserta dua kapal pendamping datang awalnya untuk inspeksi rutin, bukan misi tempur. Tapi situasi berubah cepat. Mereka pun terseret dalam konflik yang sedang berkecamuk, yang berakhir tragis bagi salah satu kapal saudaranya.
Di sisi lain, seorang pejabat India yang enggan disebutkan namanya memberikan detail lebih lanjut. Permintaan labuh untuk Lavan ternyata sudah masuk sejak 28 Februari. Kebetulan sekali, hari itu juga serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran dimulai.
Artikel Terkait
Shopee Gelar Big Ramadan Sale 2026 dengan Diskon hingga 20% dan Hadiah Mobil Rp1.000
Polisi Gagalkan Peredaran 9 Ton Daging Beku Kadaluarsa Jelang Lebaran 2026
Tarif Nol Persen AS Buka Peluang Ekspor, Tapi Daya Saing Jadi Kunci
Kurniawan Dwi Yulianto Pilih Sempurnakan Warisan Nova Arianto di Timnas U-17