Tak hanya soal air, sektor Cipta Karya pun tak kalah sibuk. Pembersihan fasilitas umum mulai dari tempat ibadah, sekolah, sampai puskesmas telah dilakukan. Bahkan, pembangunan fasilitas baru juga berjalan. Mereka membangun puskesmas darurat dengan sistem modular, lengkap dengan layanan dasar hingga rawat inap, yang bisa langsung dipakai.
Selain itu, dibangun juga kawasan hunian terpadu untuk pengungsi. Kawasan ini dilengkapi ruang komunal dan area bermain, guna mendukung interaksi sosial warga yang terdampak.
Soal kesiapan tahap rekonstruksi, Kasatgas Penanganan Pascabencana Sumatera, Arie Setiadi Moerwanto, menyatakan semua sudah siap. Menurutnya, Kementerian PU akan mengintegrasikan pemulihan infrastruktur dasar, mulai dari konektivitas jalan, sumber daya air, sampai sarana strategis lainnya.
Metode yang dipakai pun disesuaikan. Dirjen Bina Marga pakai skema "design and build", sementara SDA memakai desain cepat. Untuk Cipta Karya, penanganan disesuaikan kebutuhan di lapangan.
"Seluruh direktorat jenderal telah mengumpulkan data dalam 3 bulan terakhir," kata Arie.
Dia menutup dengan optimisme, "Dan kami akan mengintegrasikan kesiapan kami dalam mencapai "build back better"."
Artikel Terkait
Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 4 Orang, 5 Masih Hilang
Mojtaba Khamenei Resmi Ditunjuk Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
Pemerintah Tegaskan Tata Kelola Tanah yang Baik Kunci Tarik Investasi dan Redam Konflik
Banjir Jakarta Surut, 16 RT dan Dua Ruas Jalan di Jakarta Barat Masih Tergenang