Sepanjang 2025, telepon di ruang command center Polresta Banyuwangi nyaris tak henti berdering. Tapi jangan bayangkan itu semua laporan darurat. Faktanya, dari 17.257 panggilan yang masuk ke nomor 110, hampir semua tepatnya 17.111 panggilan ternyata cuma telepon iseng belaka.
Deringnya biasanya cuma sebentar, lalu putus. Atau, ketika petugas mengangkat, tak ada suara di seberang sana. Padahal, seperti kita tahu, jalur 110 itu jalur hidup. Ia disediakan untuk hal-hal genting: kecelakaan, kejahatan, bencana, atau segala gangguan yang mengancam ketertiban.
Kondisi memprihatinkan ini diungkap langsung oleh Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, dalam rilis akhir tahun Selasa lalu. Menurutnya, gelombang panggilan tak serius ini jadi tantangan berat bagi petugas yang harus siaga 24 jam nonstop.
"Setiap telepon ke 110 terekam otomatis. Identitas penelepon dan lokasinya langsung muncul di layar kami," jelas Rama.
Sayangnya, yang muncul seringkali bukan muka orang yang butuh pertolongan, melainkan sekadar coba-coba. Alhasil, waktu dan fokus petugas terkuras untuk hal yang sia-sia.
Lantas, berapa banyak laporan yang benar-benar darurat? Jumlahnya jauh lebih sedikit. Kebanyakan yang valid berkisar pada kecelakaan lalu lintas, pengaduan gangguan keamanan ringan, atau sekadar warga yang minta informasi. Intinya, sangat minim.
Di sisi lain, Rama khawatir. Kesibukan akibat panggilan iseng ini berpotensi menutup akses bagi warga yang sedang panik dan butuh bantuan secepat kilat. Bayangkan jika ada laporan serius tapi nomor daruratnya sibuk respon bisa molor, dan konsekuensinya bisa fatal.
Menariknya, Polresta punya kanal pengaduan lain via WhatsApp, "Wadul Kapolresta". Sepanjang tahun yang sama, kanal ini menerima 186 aduan. Dan semua laporannya valid, ditindaklanjuti, tanpa satu pun yang iseng.
Bagi Rama, perbandingan ini jelas. Masyarakat yang punya urusan serius ternyata memilih saluran yang tepat dan lebih bertanggung jawab.
"Kami minta warga bijak menggunakan 110. Ini untuk darurat. Kalau bukan hal mendesak, gunakan jalur lain," imbaunya. Tujuannya satu: memastikan bantuan sampai tepat waktu pada yang benar-benar memerlukan.
Artikel Terkait
Kapolri Tekankan Sinergi Polri, Serikat Pekerja, dan Masyarakat Hadapi Dampak Global
Hotman Paris Bela ABK Kasus Sabu 2 Ton yang Dituntut Mati
Kejaksaan Agung Tuntut Mati Enam Terdakwa Penyelundup Dua Ton Sabu di Batam
Pemerintah Salurkan Rp15 Triliun Bansos PKH dan Sembako Jelang Ramadan 2026