Sepanjang 2025, telepon di ruang command center Polresta Banyuwangi nyaris tak henti berdering. Tapi jangan bayangkan itu semua laporan darurat. Faktanya, dari 17.257 panggilan yang masuk ke nomor 110, hampir semua tepatnya 17.111 panggilan ternyata cuma telepon iseng belaka.
Deringnya biasanya cuma sebentar, lalu putus. Atau, ketika petugas mengangkat, tak ada suara di seberang sana. Padahal, seperti kita tahu, jalur 110 itu jalur hidup. Ia disediakan untuk hal-hal genting: kecelakaan, kejahatan, bencana, atau segala gangguan yang mengancam ketertiban.
Kondisi memprihatinkan ini diungkap langsung oleh Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, dalam rilis akhir tahun Selasa lalu. Menurutnya, gelombang panggilan tak serius ini jadi tantangan berat bagi petugas yang harus siaga 24 jam nonstop.
"Setiap telepon ke 110 terekam otomatis. Identitas penelepon dan lokasinya langsung muncul di layar kami," jelas Rama.
Sayangnya, yang muncul seringkali bukan muka orang yang butuh pertolongan, melainkan sekadar coba-coba. Alhasil, waktu dan fokus petugas terkuras untuk hal yang sia-sia.
Artikel Terkait
Pemerintah Bantah Isu Arahan Penanaman Sawit di Papua
Pengacara Nadiem Klaim Chromebook Hematkan Rp 1,2 Triliun, Desak Hakim Batalkan Dakwaan
Serbuan Lalat di Kintamani: Dilema Pupuk Mentah dan Pariwisata Bali
Nadiem Bongkar Kejanggalan Dakwaan: Logika Ngawur, Chromebook Justru Hemat Rp 1,2 Triliun