MURIANETWORK.COM - Mantan gelandang Al Nassr, Shaye Sharahili, mengungkapkan bahwa Cristiano Ronaldo pernah mencoba menjalani puasa Ramadan selama dua hari. Pengalaman ini disebut sebagai bagian dari upaya bintang sepak bola asal Portugal itu untuk memahami budaya dan tradisi lokal di Arab Saudi, tempatnya kini berkarier. Kisah ini menyingkap dinamika unik yang dihadapi pemain asing, terutama dalam menyesuaikan ritme latihan dan pertandingan selama bulan suci.
Perbedaan Pengalaman Pemain Lokal dan Asing
Dalam sebuah wawancara, Sharahili memaparkan perbedaan signifikan antara pemain Arab dan pemain asing dalam menghadapi Ramadan. Bagi pemain lokal, berpuasa sambil tetap berkompetisi bukanlah hal baru. Mereka telah terbiasa dengan pola ini sejak lama, sehingga mampu mengatur jadwal latihan dan pemulihan dengan lebih lancar.
Sebaliknya, bagi banyak pemain yang baru tiba dari luar negeri, Ramadan bisa menjadi pengalaman yang menantang. Perubahan drastis pada jadwal makan, tidur, dan energi kerap membutuhkan proses adaptasi tersendiri. Tidak semua atlet langsung bisa menyesuaikan diri, terutama di tahun pertama mereka merasakan atmosfer Ramadan di Timur Tengah.
Ronaldo dan Eksperimen Pribadi
Di tengah pembahasan adaptasi budaya itu, nama Cristiano Ronaldo mencuat. Sharahili menceritakan bahwa pada Ramadan sebelumnya, sang megabintang menunjukkan rasa ingin tahunya yang tinggi dengan mencoba ikut merasakan ibadah puasa.
Artikel Terkait
Real Madrid Tersungkur di Bernabeu, Alvaro Carreras Jadi Sasaran Kritik
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Australia dalam Duel Penentu Juara Grup B Piala AFF 2026
Gong Ruina Bantah Isu Hubungan Asmara dengan Legenda Bulu Tangkis Indonesia Sigit Budiarto
Thalita Ramadhani Gagal Lolos Kualifikasi Badminton Asia Championships 2026