BEKASI - Suasana mencekam masih menyelimuti Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Longsor yang terjadi Minggu (8/3/2026) lalu telah memakan korban. Hingga Senin pagi, tim gabungan berhasil menemukan delapan orang, dengan rincian empat selamat dan empat lainnya meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengonfirmasi angka tersebut.
"Data korban selamat ada empat orang, ditemukan meninggal dunia empat orang," ujarnya.
Namun begitu, pekerjaan tim SAR belum usai. Sampai detik ini, masih ada lima orang yang dilaporkan hilang dan menjadi target pencarian. Mereka adalah Riki, Hardianto, Ato, Dofir, dan seorang pria yang hanya dikenal sebagai Mr. X.
Pencarian terus digenjot. Di lokasi yang masih labil, alat berat dikerahkan untuk mengangkut material longsoran. Bahkan anjing pelacak (K9) turut membantu menyisir area bencana, berharap menemukan titik terang.
Berikut nama-nama korban yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat: Budiman, Johan, Safifudin, dan Slamet.
Sementara itu, untuk korban jiwa, ada empat nama yang dikonfirmasi. Dua di antaranya adalah pemilik warung, Enda Widayanti dan Sumine. Dua lainnya adalah sopir truk, Dedi Sutrisno dan Irwan Supriatin.
Pencarian kini terfokus pada lima orang yang masih hilang: Riki, Hardianto, Ato, Dofir, dan Mr X. Upaya penyisiran dilanjutkan dengan harapan yang semakin tipis, seiring berjalannya waktu.
Artikel Terkait
Tarif Rp1 Berlaku untuk Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta pada 24 April 2026
Bulog Pastikan Stok Beras dan MinyaKita Aman untuk Bantuan Pangan Februari-Maret 2026
Ketua PGI Sebut Video Ceramah Jusuf Kalla Dipelintir untuk Adu Domba Umat Beragama
Khalid Basalamah Akui Terima Rp8,4 Miliar dari PT Muhibbah, Klaim Hanya Korban Kasus Kuota Haji